Breaking News:

136 Bencana Alam Terjadi di Pandeglang, Berikut Rinciannya, Warga Bisa Melapor Lewat Aplikasi

Rudy mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mau mencari tahu tentang potensi bencana

Dok. BPBD Provinsi Banten
Desa Cisereheun dan Desa Sinar Jaya kecamatan Cigeulis Kabupaten Pandeglang tergenang air pada Minggu (22/11/2020). 

Liputan wartawan TribunBanten.com, Wijanarko

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Sepanjang 2020, terjadi 136 bencana alam di Kabupaten Pandeglang.

Banjir masih menjadi bencana alam yang sering menerjang Kabupaten Pandeglang hingga akhir 2020.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang Surya Darmawan mengatakan intensitas hujan yang tinggi dan wilayah yang rendah menjadi faktor utama terjadinya banjir.

Menurut dia, ada beberapa wilayah yang rutin tergenang banjir.

Baca juga: Program Kapolda Baru, Kapolres Pandeglang Kunjungi Pimpinan Ponpes Nurul Musthofa

Baca juga: Waspada, Jalan Menuju Tempat Wisata Pantai Carita Pandeglang Rusak dan Berlubang

Baca juga: Dinsos Pandeglang Siapkan Rp 600 Juta untuk Bantuan Kube, Catat Cara dan Syarat Mengajukannya

Karakteristiknya genangan air yang naik perlahan-lahan.

"Tidak seperti di daerah Lebak kemarin yang airnya langsung menerjang rumah-rumah sampai menimbulkan kerusakan," ujar Surya Darmawan kepada TribunBanten.com di kantornya, Rabu (20/1/2021).

Menurut Surya, bencana angin puting beliung adalah bencana terparah yang pernah menimpa Kabupaten Pandeglang di tahun 2020.

"Terjadi di beberapa kecamatan, seperti di Kecamatan Pandeglang, Karang Tanjung, Patia, Suka Resmi, dan Angsana," ucap Surya.

Bencana angin puting beliung tersebut menyebabkan beberapa bagian atau rumah rusak berat, hancurnya masjid, dan tumbangnya pohon-pohon di lokasi kejadian.

Halaman
12
Penulis: Wijanarko
Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved