Breaking News:

Sulit Cari Kerja, Lulusan Otomotif Pilih Berjualan Kue Ape untuk Biaya Hidup

Ram menceritakan kisah sebagai penjual Kue Ape. Jualan Kue Ape terpaksa dilakukan untuk menyambung hidup.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/DESIPURNAMA
Kue Ape atau Kue Tete 

Laporan wartawan Tribun Banten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM LEBAK - Ram menceritakan kisah sebagai penjual Kue Ape.

Jualan Kue Ape terpaksa dilakukan untuk menyambung hidup.

Lulusan otomotif itu kesulitan untuk mencari kerja.

"Pengennya kerja di perusahaan. Apalagi saya lulusan otomotif teman-teman saya setelah lulus banyak yang sudah bekerja di perusahaan besar," kata Ram, kepada, TribunBanten.com, Selasa (19/1/2021).

Baca juga: Wisata ke Rangkasbitung Lebak, Nikmati Jajanan Tradisional Kue Ape

Baca juga: Cerita Dilematis Satpol PP Kota Serang Menggelar Razia saat Masa Pandemi Covid-19

Ram berjualan di sekitar Kota Rangkasbitung, Lebak, Banten.

Dia berjualan sejak lulus sekolah pada tahun 2015.

Sebelum berjualan, dia sempat bekerja di DKI Jakarta.

Namun karena pekerjaan berat, akhirnya dia memutuskan berhenti dan belajar berjualan bersama kakaknya.

"Saya dari Bogor ke Rangkasbitung. Saya ikut kakak, yang memang sudah berjualan kue ape di sini," ujarnya

Semula, dia berkeinginan bekerja di perusahaan besar, namun karena sulit mencari kerja membuatnya tak ada pilihan lain selain berjualan.

Pada saat awal berjualan, dia sempat merasa malu. Bahkan sempat berjualan di tempat sepi, karena merasa belum percaya diri berjualan.

"Awal jualan saya sempat malu tidak pede gitu, pas awal jualan di komplek pendidikan sebelum pandemi, rame anak sekolahan pas nyoba jualan disitu pada saat jam isitirahat rame bener, pergi saya dari situ ketempat yang sepi," ujarnya sambil menuangkan kue ke cetakan.

Pada awal berjualan, dia tidak memikirkan jualan habis atau tidak pada hari itu.

"Saya ngga mikirin jualan mau abis atau tidak hari itu yang penting saya belajar untuk berani aja dulu," ujar remaja berusia 23 tahun tersebut.

Setalah beberapa hari belajar dan menekuni untuk berjualan, sekarang setiap harinya dapat menghabiskan 200 biji kue ape.

Baca juga: Merahnya Begitu Menggoda, Rambutan Tangkue Berjejer Dijual di Sepanjang Jalan Raya Sajira Lebak

Baca juga: Menyambut Natal dengan Kue Kering, Ini Resep Mudah dari Fatma Bahalwan

"Sekarang, Alhamdulillah saya sudah mulai belajar dan menekuni usaha ini, karena semua usaha tidak akan menghianati hasil," tambahnya

Ram berjualan setiap hari, mulai pukul 08.00 wib sampai dengan 20.00 wib, di sekitar Jalan Hardiwinangun, Muara Ciujung, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved