Breaking News:

KSPI: 100 Ribu Karyawan di Industri Baja Terancam PHK

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, mengungkapkan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor industri baja.

Editor: Glery Lazuardi
Warta Kota/Andika Panduwinata
Seorang buruh PT Victory Chingluh, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang memposting foto dan menuai sorotan dari masyarakat. 

TRIBUNBANTEN.COM, JAKARTA - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, mengungkapkan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor industri baja.

Menurut dia, PHK itu dapat disebabkan karena masuknya baja murah dari China ke Indonesia.

Kondisi itu mengakibatkan industri baja dalam negeri kalah bersaing dan terancam gulung tikar.

“Baja impor terutama dari Cina dijual sangat murah di Indonesia. Jika dibiarkan, industri baja nasional akan bangkrut dan 100 ribu karyawan terancam PHK massal,” kata dia, dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (21/1/2021).

Baca juga: 31.728 Tenaga Kerja di Kabupaten Tangerang Di-PHK, Sejumlah Perusahaan Gulung Tikar

Baca juga: Harga kedelai Naik, Perajin Tahu dan Tempe di Tangerang Selatan Terpaksa PHK Karyawannya

Di saat pandemi Covid-19, jelas Said, tentu saja ancaman PHK massal membuat masyarakat semakin menderita.

“Perekonomian semakin terpuruk. Tenaga kerja yang sebagian besar masyarakat menengah ke bawah semakin menjerit. Efek dominonya luar biasa,” kata Said.

Mengenai banyaknya karyawan industri baja, Said mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019.

Dalam hal ini Said mengingatkan, jumlah tenaga kerja di sektor baja sekitar 100,000 orang.

“Tersebar di berbagai perusahaan seperti Krakatau Steel, Gunung Raja Paksi, Ispatindo, Master Steel, dan lain-lain. Dan semua ikut terancam,” imbuhnya.

Untuk menghindari PHK massal itulah, KSPI berharap agar Kementerian Perdagangan, dalam hal ini Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) melanjutkan perlindungan safeguard untuk produk I-H section.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved