Breaking News:

Pilkada Pandeglang

Hakim Panel MK Tegur Kuasa Hukum Thoni-Imat di Sidang Sengketa Pilkada Pandeglang

Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang pemohon sengketa Pilkada 2020 Pandeglang.

TRIBUNBANTEN/RIZKIASDIARMAN
Pasangan calon bupati-wakil Bupati Kabupaten Pandeglang, Thoni Fathhoni Mukson-Miftahul Tamamy mendapat nomor urut 2. 

TRIBUNBANTEN.COM, JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang pemohon sengketa Pilkada 2020 Pandeglang.

Sidang digelar di ruang sidang Panel I, kantor MK, DKI Jakarta, pada Jumat (29/1/2021).

Permohonan sengketa hasil pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang itu diajukan pasangan nomor urut 2 Thoni Fathoni Mukson-Miftahul Tamamy.

Baca juga: KPU Pandeglang Siap Hadapi Gugatan Thoni-Imat di MK

Baca juga: Thoni-Imat Ajukan Sengketa Hasil Pilkada, Minta Rekapitulasi Suara Ulang di 35 Kecamatan Pandeglang

Di awal persidangan, Hakim Panel I MK, Enny Nurbaningsih, menegur kuasa hukum pemohon sengketa Pilkada 2020 Pandeglang.

Hal itu dilakukan karena kuasa hukum diduga memperbaiki permohonan secara terselubung di sidang pemeriksaan pendahuluan.

Hakim Enny menegaskan teguran berlaku untuk semua pemohon sengketa Pilkada 2020.

"Tidak diperbolehkan melakukan perubahan, apalagi perubahan terselubung di luar apa yang sudah dijadikan perbaikan permohonan yang sudah disampaikan kepada termohon," ujar Enny Nurbaningsih dalam sidang sengketa hasil Pilkada, Jumat, (29/1/2021).

Dia menjelaskan, di sidang pemeriksaan pendahuluan, pemohon hanya diperbolehkan melakukan perbaikan yang tidak bersifat substansial, seperti kesalahan ketik.

Hal itu berkaitan jawaban KPU maupun keterangan Bawaslu yang merespons permohonan pemohon pada persidangan pekan depan.

Tangkapan layar YouTube - Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pandegelang nomor urut 2, Toni Fathoni Mukson-Imat Miftahul Tamamy,  dalam debat publik Pilkada Pandeglang digelar KPU Kabupaten Pandeglang dan disiarkan Kompas TV, Senin (23/11/2020).
Tangkapan layar YouTube - Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pandegelang nomor urut 2, Toni Fathoni Mukson-Imat Miftahul Tamamy,  dalam debat publik Pilkada Pandeglang digelar KPU Kabupaten Pandeglang dan disiarkan Kompas TV, Senin (23/11/2020). (Tribunbanten.com/Rizki Asdiarman)

Teguran itu dilakukan setelah kuasa hukum pemohon Nandang Wirakusuma meminta Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi memerintahkan KPU Pandeglang melakukan pemungutan suara ulang (PSU) di 138 TPS yang tersebar di 10 kecamatan karena terjadi kecurangan dan pelanggaran.

Sementara dalam berkas perbaikan permohonan yang telah dikirimkan sebelumnya, pemohon meminta dilakukan PSU di 35 kecamatan se-Kabupaten Pandeglang.

Baca juga: Cabup Pandeglang Thoni Mukson Minta Restu Ibunda Agar Terpilih, Optimistis Menang

Baca juga: Toni-Imat Sebut Pilkada Pandeglang Syarat Kecurangan, Berikut Temuannya

Untuk diketahui, KPU Pandeglang menetapkan hasil rekapitulasi perolehan suara pasangan nomor urut 1 Irna Narulita-Tanto Warsono sebanyak 389.367 suara.

Sedangkan pasangan nomor urut 2 Thoni Fathoni Mukson-Miftahul Tamamy sebanyak 223.220 suara di Pilkada 2020

Editor: Glery Lazuardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved