Breaking News:

Kemenkes Minta Semua Rumah Sakit Layani Pasien Covid-19

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memerintahkan seluruh rumah sakit melayani pasien terinfeksi Covid-19

Editor: Glery Lazuardi
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
RSUD Kabupaten Tangerang yang merupakan rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Banten, Kamis (10/9/2020). Ramai beredar informasi kalau ruang IGD RSUD Kabupaten Tangerang penuh dengan pasien Covid-19. 

TRIBUNBANTEN.COM, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memerintahkan seluruh rumah sakit melayani pasien terinfeksi coronavirus disease 2019 ( Covid-19).

Saat ini, jumlah penderita Covid-19 semakin meningkatt membuat kapasitas rumah sakit rujukan pasien Covid-19 terbatas.

Bahkan, di sejumlah daerah kapasitas rumah sakit untuk pasien Covid-19 sudah terisi penuh.

"Pemerintah memberikan kesempatan atau mengizinkan semua RS di Indonesia termasuk RS swasta untuk memberikan layanan pasien Covid-19 asalkan mereka mengikuti SOP kita, tata laksana, juga mempunyai fasilitas,” ujar Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Abdul Kadir, Kamis (28/1/2021).

Baca juga: Hingga 27 Januari, 18 Tenaga Medis dan Kesehatan di Banten Meninggal Terpapar Covid-19

Baca juga: Kota Serang Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Penjelasan dari Dinas Kesehatan

Nantinya, kata dia, tidak hanya rumah sakit milik pemerintah saja yang bisa menampung pasien Covid-19, tetapi rumah sakit swasta juga melayani dengan syarat mereka memiliki fasilitas terkait Covid-19.

Kemenkes sudah meminta RS untuk menambah ketersediaan tempat tidur antara 30 sampai 40 persen.

Sebab, saat ini ada sejumlah RS di beberapa kota atau provinsi yang jumlah keterpakaian tempat tidurnya berada di posisi 80 persen.

Misalnya, seperti yang terjadi di Jakarta, Yogyakarta, dan Jawa Barat.

Untuk daerah yang berada di zona kuning dianjurkan oleh Menteri Kesehatan agar semua RS melakukan konversi tempat tidur sebanyak 30 persen dan melakukan penambahan ruang isolasi sebanyak 20 persen.

"Sementara untuk zona hijau diperlukan konversi tempat tidur sebanyak 20 persen dan penambahan ruang ICU sekitar 15 persen," kata Kadir.

“Penambahan tempat tidur ini tentunya tidak bersifat permanen cuman dilakukan dalam waktu yang sangat kritis seperti sekarang ini. Oleh karena itu, kita lakukan dalam rangka menangani penaikan Covid-19,” tuturnya.

Untuk sementara ini penambahan dapat dilakukan dengan mengonversi dalam artian mengubah fungsi tempat tidur yang selama ini digunakan oleh pasien non- Covid-19 menjadi tempat tidur bagi pasien Covid-19.

Di sisi lain, kata Kadir, dengan ditambahnya jumlah tempat tidur maka harus ditambah pula SDM tenaga kesehatan.

Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan kasus positif covid-19 terus mengalami peningkatan dalam 12 pekan berturut-turut.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved