Breaking News:

RSUD Penuh, Pemkab Serang Bingung Cari Tempat Isolasi OTG, Mau Pinjam Rusunawa Tapi Ditolak

Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan pihaknya menolak jika Pemkab Serang ingin meminjam maupun menggunakan secara bersama bangunan Rusunawa Margaluyu

Tribunbanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan
Suasana di RS dr Drajat Prawiranegara yang berada di Jalan Rumah Sakit Umum nomor 1, Kotabaru, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, Selasa (22/9/2020). 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Pasien positif Covid-19 dengan gejala ringan hingga berat serta Orang Tanpa Gejala (OTG) terus bertambah tiap harinya di Kabupaten Serang. Sementara, RSUD dr Drajat Prawiranegara milik Pemkab Serang sudah penuh oleh para pasien Covid-19.

Kini, Pemkab Serang tengah kebingungan mencari tempat untuk para OTG yang terus bertambah. 

"Kami mengalami kesulitan dalam mencari tempat isolasi mandiri, pernah mencoba berkomunikasi dengan pihak hotel namun ditolak," jelas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, Agus Sukmayadi saat dihubungi, Jumat (29/1/2021).

Rusunawa Margaluyu di Desa Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten.
Rusunawa Margaluyu di Desa Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten. (Istimewa via Kompas.com)

Pemkab Serang berencana meminjam Rusunawa Margaluyu milik Pemkot Serang sebagai tempat untuk isolasi mandiri pasien OTG dari Kabupaten Serang.

Namun, perlu ada pembicaraan antara Bupati Serang dan Wali Kota Serang perihal rencana tersebut mengingat jumlah pasien Covid-19 dan OTG di Kota Serang juga tidak sedikit.

Agus mengatakan, dalam kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia seperti sekarang ini, seyogyanya pemerintah daerah tidak lagi melihat asal-usul warga yang terpapar. 

Saat ini, diperlukan rasa kemanusiaan antar-sesama dalam menangani kesehatan masyarakat secara luas.

Baca juga: Pasien Covid-19 Asal Depok Meninggal dalam Taksi Online Setelah Ditolak 10 Rumah Sakit

Baca juga: Kemenkes Minta Semua Rumah Sakit Layani Pasien Covid-19

Ilustrasi pasien anak yang dirawat dengan infeksi virus corona. Gejala Covid-19 pada anak-anak sebagian besar lebih ringan.
Ilustrasi pasien anak yang dirawat dengan infeksi virus corona. Gejala Covid-19 pada anak-anak sebagian besar lebih ringan. (SHUTTERSTOCK/sumroeng chinnapan Via Kompas.com)

Menurutnya, memungkinkan jika Rusunawa Margaluyu digunakan bersama untuk pasien Covid-19 dari Kota dan Kabupaten Serang.

"Prinsipnya dalam menangani kesehatan tidak perlu memilah wilayah, kalau bisa bantu tangani, ya dibantu. Tinggal bagaimana nanti kerjasamanya seperti apa," terangnya.

Agus berharap ada titik temu dan kesepakatan soal rencana peminjaman Rusunawa Margaluyu ini.

"Nanti seperti apa teknis kerjasamanya, kewajiban kami (Pemkab Serang) apa dan kewajiban Pemkot Serang apa? Itu nanti, sekarang belum ada pembahasan sampai ke sana," sambungnya.

Wali Kota Serang Syafrudin di Puspemkot Serang, Rabu (27/1/2021).
Wali Kota Serang Syafrudin di Puspemkot Serang, Rabu (27/1/2021). (Tribunbanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan)

Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan pihaknya menolak jika Pemkab Serang ingin meminjam maupun menggunakan secara bersama bangunan Rusunawa Margaluyu untuk tempat isolasi mandiri OTG maupun ODP.

Sebab, Pemkot Serang merenovasi dan menyiapkan bangunan Rusunawa Margaluyu untuk tempat isolasi mandiri OTG dan ODP pasien Covid-19 dari Kota Serang.

"Tidak lah. Ini kan tempat isolasi bagi pasien asal Kota Serang, bukan buat kabupaten," ujarnya.
 

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved