Breaking News:

Mau Dikudeta Lingkaran Jokowi dari Ketum Demokrat, AHY: Untuk Kendaraan Politik Nyapres 2024

Diungkapkannya, ajakan dan permintaan dukungan untuk mengganti secara paksa posisi AHY dari Ketum Partai Demokrat dilakukan melalui telepon hingga

Editor: Abdul Qodir
Biro Pers Istana Kepresidenan/Rusman
Presiden Jokowi menyalami dan mempersilakan Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY untuk mengambil tempat yang disediakan di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/5/2019). 

TRIBUNBANTEN.COM - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendadak mengeluarkan pernyataan mengejutkan ke publik pada Senin (1/2/2021) siang.

Dalam jumpa pers secara virtual tersebut, AHY mengatakan ada gerakan politik yang ingin mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat inkonstitusional alias secara paksa.

AHY menyebut, gerakan politik tersebut melibatkan kader dan mantan kader Demokrat serta pejabat lingkaran pemerintahan Presiden Jokowi.

Hal itu disampaikan AHY seusai rapat pimpinan khusus bersama pimpinan DPD dan DPC partai,

"10 hari lalu, kami menerima laporan dan aduan dari banyak pimpinan dan kader Partai Demokrat, baik pusat, daerah maupun cabang, tentang adanya gerakan dan manuver politik oleh segelintir kader dan mantan kader Demokrat, serta melibatkan pihak luar atau eksternal partai, yang dilakukan secara sistematis," ungkap AHY.

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan keterangan pers, Senin (1/2/2021).
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan keterangan pers, Senin (1/2/2021). (Tangkapan layar)

AHY melanjutkan, gabungan dari pelaku gerakan itu ada 5 (lima) orang, terdiri dari 1 kader Demokrat aktif dan 1 kader yang sudah 6 tahun tidak aktif.

Lalu, ada 1 mantan kader yang sudah 9 tahun diberhentikan dengan tidak hormat dari partai karena menjalani hukuman akibat korupsi serta 1 mantan kader yang telah keluar dari partai 3 tahun yang lalu.

"Sedangkan yang non-kader partai adalah seorang pejabat tinggi pemerintahan, yang sekali lagi, sedang kami mintakan konfirmasi dan klarifikasi kepada Presiden Joko Widodo," ucap AHY.

Baca juga: BREAKING NEWS, AHY: Ada Gerakan Politik Ambil Alih Demokrat Libatkan Pejabat Lingkaran Jokowi

Baca juga: AHY Umumkan Pengurus Demokrat 2020-2025, Cawalkot Tangsel Siti Nur Azizah jadi Wasekjen

AHY menambahkan, para pimpinan dan kader Demokrat yang melapor tentang adanya gerakan politik inkonstutional itu merasa tidak nyaman dan bahkan menolak ketika dihubungi dan diajak untuk melakukan penggantian Ketua Umum Partai Demokrat yang sah.

Diungkapkannya, ajakan dan permintaan dukungan untuk mengganti secara paksa posisi AHY dari Ketum Partai Demokrat dilakukan melalui telepon hingga pertemuan langsung.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved