Breaking News:

Pandemi Covid-19, Jumlah Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Anjlok, Datang Hanya untuk Urusan Bisnis

Selama masa pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19), jumlah wisatawan mancanegara masuk ke Indonesia mengalami penurunan

Editor: Glery Lazuardi
ist
Area wisata Tanjung Lesung 

TRIBUNBANTEN.COM, JAKARTA - Selama masa pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19), jumlah wisatawan mancanegara masuk ke Indonesia mengalami penurunan.

Tercatat, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Desember 2020 yakni minus 88,08 persen secara tahunan (year-on-year/yoy)

Baca juga: Kabupaten Lebak Dipersiapkan Jadi Destinasi Wisata Unggulan Berbasis Potensi Lokal

Baca juga: 4 dari 227 Destinasi Wisata Lebak ini Masih Menjadi Idola bagi Wisatawan

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan wisman yang datang ke Indonesia didominasi untuk kepentingan bisnis, tugas ataupun misi tertentu, bukan untuk leisure.

"Pada Desember 2020 kunjungan wisman sebesar 164.088 naik 13,58 persen dibandingkan dengan kunjungan bulan sebelumnya. Namun, kalau dibandingkan dengan pergerakan pada buan Desember 2019 terjadi penurunan yang curam 88 persen," tuturnya saat rilis inflasi secara virtual, Senin (1/2).

Menurut pintu masuk, wisman yang datang ke Indonesia kebanyakan melalui jalur darat sebesar 59 persen, 27 persen laut, dan 14 persen lewat udara.

"Secara bulanan ada pergerakan kecil misalnya di Bandara Ngurah Rai pada Januari 2021 ini ada 127 orang yang datang ke Bali tetapi kembali wisman ini bukan leisure.

Mereka datang untuk conference dan mereka tamu dari lembaga internasional," tuturnya.

Suhariyanto menambahkan jumlah kunjungan wisman sepanjang tahun 2020 tercatat hanya 4,02 juta kunjungan. Jika dibandingkan dengan kunjungan wisman pada tahun 2019 sebesar 16,11 juta, jumlah ini merosot 75,03 persen yoy.

Dia menilai ke depan pandemi Covid-19 masih menjadi tantangan berat bagi sektor pariwisata.

"Kita bisa lihat pandemi Covid-19 membawa dampak yang buruk ke sektor pariwisata. Dan tentunya akan bergulir ke sektor pendukungnya," tuturnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Baparekraf Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci sukses dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Kunci suksesnya ada di SDM, bukan cuma hotel bintang lima ataupun gedung convention mewah nan megah," kata Sandiaga.

Menurutnya, saat ini Indonesia memiliki fasilitas tersebut tetapi masih minim SDM berkualitas dalam jumlah besar.

"Indonesia punya destinasi berkelas dunia, oleh karena itu SDM-nya juga harus standar internasional," tuturnya.

Baca juga: Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang Tercatat Bakal Terima Bantuan Pembiayaan Rp 50 Juta

Baca juga: Masuk Destinasi Wisata Super Prioritas, Tanjung Lesung Banten Tersedia Jaringan 4G

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved