Liputan Khusus
LIPSUS: Kisah-kisah Warga Kota Serang Tidak Punya Jamban, Dinas Kesehatan: Ada 29.753 Keluarga
Saya akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar bisa membantu merealisasikan jamban
TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Setiap membuang hajat, Asminah harus menempuh jarak sekitar 200 meter dari rumahnya.
Warga Kampung Umbul Tengah, Kelurahan Umbul Tengah, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, ini tidak memiliki jamban.
Perempuan berusia 42 tahun ini selalu membuang hajatnya atau membuang air besar (BAB) di Kali Dompet.
“Saya juga mau punya jamban, tapi kalau ada uang. Sebenarnya malu buang hajat di kali,” ujarnya kepada TribunBanten.com di rumahnya, Senin (1/1/2021).
Dia mengaku hampir setiap subuh ke kali membawa senter.
Asminah tinggal bersama suami dan dua anaknya di rumah berukuran sekitar 6x10 meter.
Dapur rumahnya masih beralaskan tanah. Untuk memasak, dia memakai tunggu dan kayu bakar.
Di sebelah tungku, terlihat satu drum berisi air yang biasa digunakan untuk mandi dan mencuci.
Suami Asminah bekerja sebagai tukang ojek.
"Kadang sehari suami cuma dapat Rp 50.000, cuma bisa buat beli beras. Cukup enggak cukup ya harus dicukup-cukupin," katanya.
Warga Kampung Umbul lainnya, Halimah, juga mengaku tidak memiliki jamban.
Dia biasanya membuang hajat setiap subuh.
Bahkan, saat malam, perempuan berusia 28 tahun ini harus membungkus di plastik.
123 Keluarga
Lurah Umbul Tengah Misri mengatakan pada 2019 tercatat 123 keluarga di Kelurahan Umbul yang tidak memiliki jamban.
Menurut Misri, faktor ekonomi menjadi satu di antara alasan utama warga membuang hajat di kali.
“Saya akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar bisa membantu merealisasikan jamban,” ucapnya.
Misri berjanji akan survei ke lapangan dan bakal membantu lewat anggaran yang ada.
Di Kelurahan Umbul Tengah, ada empat kampung yang sebagian besar warganya belum memiliki jamban.
“Yaitu di RW 04 Kampung Umbul Tengah, RW 03 Kampung Munjul, RW 02 Kampung Tegal Tongleng, dan RW 01 Kampung Majalawang,” ujar Misri.
Dia berharap warganya tidak buang hajat sembarangan lagi.
"Walaupun kondisinya kurang mampu, bisa coba dengan menumpang sementara ke keluarganya yang lain yang memilki jamban," ucapnya.
Tak hanya di Kampung Umbul Tengah, Kelurahan Umbul Tengah, Kecamatan Taktakan.
Di RT 03/07 Kampung Cilampang, Kelurahan Unyur, Kecamatan Kota Serang, sebagian warganya juga tidak memiliki jamban.
Seorang warga yang rumahnya tidak memiliki jamban adalah Marudin.
Dia tinggal di rumah berdinding tembok berlantai belum keramik.
Pria berusia 65 tahun ini sudah tinggal selama 40 tahun. Selama itu juga, rumahnya belum dilengkapi jamban.
Marudin kemudian membuat jamban bersama tetangganya.
Di Warung Jaud, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, juga ada warga yang belum memiliki jamban di rumahnya.
Rohman, warga Warung Jaud, mengaku masih membuang air besar di kali dan di kebun.
Pria berusia 30 tahun ini mengaku tidak mampu membiayai pembuatan jamban di rumahnya.
“Saya juga tidak mampu menambahkan arus listrik lagi ke rumah,” katanya kepada TribunBanten.com, belum lama ini.
29.753 Keluarga Tanpa Jamban
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Lenny Nahardian, menyebutkan 29.753 keluarga di Kota Serang tidak memiliki jamban.
Jumlah itu tersebar di empat dari enam kecamatan yang ada di Kota Serang.
Menurut Lenny, angka itu mengalami penurunan jika dibandingkan tahun sebelumnya atau pada 2018.
"Walaupun begitu, tetap saja penurunannya tidak signifikan. Perlu ada upaya untuk menangani hal tersebut dan tidak cukup selama satu tahun," ujarnya saat dihubungi TribunBanten.com, belum lama ini.
Adapun kecamatan yang seluruh warganya sudah memiliki jamban adalah Cipocok Jaya dan Serang.
"Dari enam itu, empat kecamatan masih belum mengajukan program untuk pembuatan jamban, ini juga harus ada faktor dari kepekaan camat yang ada di masing-masing daerah," katanya. (TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan, Khairul Ma'arif, Wijanarko, Desi Purnamasari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/membuang-hajat-di-kebun.jpg)