Breaking News:

Liputan Khusus

LIPSUS: Puluhan Ribu Keluarga di Kota Serang Tanpa Jamban, Apa Kata Wali Kota Syafrudin?

Selain itu, sudah ada juga pendampingan dari pemerintah pusat untuk pemenuhan hak masyarakat.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Agung Yulianto Wibowo
TribunBanten.com/Khairul Maarif
Warga menunjukkan lokasi yang biasa dipakai untuk membuang hajat. 

Laporan Reporter TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Pada tahun ini, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Serang menargetkan membuat 150 jamban.

Angka itu meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sudah dibangun 34 jamban.

Kepala Dinas Perkim Kota Serang Iwan Sunardi mengatakan pembangunan jamban itu akan dilakukan secara bertahap.

LIPSUS: Kisah-kisah Warga Kota Serang Tidak Punya Jamban, Dinas Kesehatan: Ada 29.753 Keluarga

Menurut Iwan, program pembuatan jamban sudah dilakukan Pemkot Serang dan Pemprov Banten.

Selain itu, sudah ada juga pendampingan dari pemerintah pusat untuk pemenuhan hak masyarakat.

“Sudah kami lakukan jambanisasi, baik secara individu maupun komunal atau bersama-sama dengan masyarakat,” ujarnya saat dihubungi TribunBanten.com, belum lama ini.

Wali Kota Serang Syafrudin mengaku terus berupaya semaksimal mungkin dalam memerangi problematika, terutama terkait jamban dan rumah tidak layak huni (rutilahu).

Menurut dia, segala program telah disiapkan seperti Kampung Tanggung Resik Lan Indah dan Program Kotaku.

"Semua program sudah kami lakukan dan upayakan karena kita punya visi dan misi itu bagaimana caranya Kota Serang ini terbebas dari masalah jamban dan rutilahu," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved