Breaking News:

Kisah Kakek Sadi Menganyuh Becak Sambil Menahan Rasa Sakit Demi Hidupi 5 Anak

Tubuh kakek Sadi tampak kekar saat mengayuh becak. Namun, di balik itu, kakek Sadi mengaku mempunyai penyakit dalam pembuangan air kecil

TribunBanten.com/Desi Purnamasari
Tukang becak, Sadi (62), duduk menunggu penumpang di depan Masjid Agung Ats Tsauroh, Cimuncang, Kota Serang, Jumat (5/2/2021). - Kisah Kakek Sadi Menganyuh Becak Sambil Menahan Rasa Sakit Demi Hidupi 5 Anak 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Sadi namanya, usianya sudah 62 tahun, namun masih tampak kuat saat mengayuh becak di Kota Serang.

Warga Kampung Kubang Apu, Kelurahan Terondol, Kecamatan Serang, Kota Serang itu sudah 30 tahun menjadi tukang becak.

Setiap hari ia menyusuri jalanan di Kota Serang untuk mengantarkan para penumpang.

"Biasanya saya dari rumah berangkat sekitar pukul 08.00 WIB dan mangkal di Masjid Agung Kota Serang," ujarnya saat ditemui TribunBanten.com di depan Masjid Agung Ats Tsauroh, Cimuncang, Kota Serang, Jumat (5/2/2021).

Kakek Sadi tinggal bersama lima anak dan ibundanya. Sementara, sang istri lebih dulu meninggal akibat sakit pada 2002.

Hal itu membuatnya menjadi orang tua tunggal dan harus menghidupi enam kepala di rumah.

Anak keempat dan kelimanya masih duduk di bangku SD.

Tiga putranya yang lebih besar hanya lulusan SD dan hanya bekerja sebagai pencari barang rongsokan dengan penghasilan tidak menentu. 

"Kalau yang laki-laki mereka sekarang cari rongsokan keliling perumahan sekitar Kota Serang pulangnya malam," ujar kakek berbaju abu-abu tersebut.

Halaman
123
Penulis: desi purnamasari
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved