Breaking News:

Tragedi Sriwijaya Air

Update Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Gugat Boeing, Jika Produk Cacat Produsen Bisa Disalahkan

Sebanyak 14 orang keluarga penumpang Sriwijaya Air SJ 182 telah menggugat Boeing Co terkait insiden jatuhnya pesawat di Kepulauan Seribu.

TNI AL
Serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang diduga mesin turbin. 

TRIBUNBANTEN.COM, JAKARTA - Sebanyak 14 orang keluarga penumpang Sriwijaya Air SJ 182 telah menggugat Boeing Co terkait insiden jatuhnya pesawat di Kepulauan Seribu.

Gugatan keluarga korban penerbangan Sriwijaya Air itu didaftarkan di pengadilan wilayah Cook County di Illinois, Amerika Serikat, kantor pusat Boeing bertempat. 

Hari ini 14 Keluarga Korban Sriwijaya Air Daftarkan Petisi Penuntutan di Pengadilan di Chicago

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Jatuh Sisakan Misteri, Manuver Terakhir Captain Afwan dan Kata Clear

Pakar hukum Chandra Purna Irawan mengatakan upaya mengajukan gugatan merupakan cara para keluarga korban untuk memperoleh keadilan.

"Semoga segala urusan keluarga korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Allah SWT memberikan kemudahan dan kemenangan," ujarnya, Sabtu (6/2/2021).

Menurut dia, kecelakaan pesawat dapat disebabkan sejumlah faktor.

Yaitu, faktor manusia (human), mesin pesawat udara (machine technical), dan cuaca (weather).

Jika kecelakaan disebabkan cacat produk, ada tiga hal yang perlu diperhatikan yaitu 1) Manufacture defect; 2) Design defect; dan 3) Failure to warn.

"Oleh karena itu gugatan dapat saja difokuskan diantara ketiga hal dan/atau pertimbangan lain yang relevan," ujarnya.

Dia menjelaskan, apabila dikarenakan tiga hal itu maka keluarga korban berhak melakukan upaya penyelesaian sengketa melalui gugatan di pengadilan negara produsen pesawat berasal.

"Karena produsen turut dapat dimintai bertanggungjawab terhadap produk (product liability)," ujarnya.

Halaman
123
Editor: Glery Lazuardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved