Breaking News:

Tragedi Sriwijaya Air

KNKT Rilis Laporan Awal Penyebab Jatuhnya Sriwjaya Air SJ 182: Tuas Mesin Bergerak Mundur

"Tenaga mesin atau putaran mesin juga ikut berkurang, sedangkan mesin sebelah kanan tetap," tuturnya.

Editor: Abdul Qodir
Shutterstock/Frank Peters via Kompas.com
Ilustrasi pesawat jatuh 

TRIBUNBANTEN.COM - Komite Nasional Keselamatan Transportasi ( KNKT) mengungkap kondisi dan saat-saat terakhir pesawat Sriwijaya Air SJ 182 sebelum jatuh di sekitar Kepulauan Seribu, Jakarta, pada 9 Januari 2021.

Data ini berdasarkan rekaman data penerbangan atau Flight Data Recorder ( FDR), yang merupakan salah satu bagian hitam dari kotak hitam (black box) pesawat tersebut, serta data dari air traffic controller (ATC) Bandara Soekarno-Hatta.

Ketua Sub-Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Kapten Nurcahyo Utomo mengatakan, pesawat berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 14.36 WIB.

"FDR mencatat bahwa pada ketinggian 1.980 kaki, autopilot mulai aktif atau engage," ujar Nurcahyo dalam konferensi pers yang ditayangkan Kompas TV pada Rabu (10/2/2021).

Nurcahyo kemudian menjelaskan, masalah pada pesawat Boeing 737-500 itu bermula saat mencapai ketinggian 8.150 kaki.

"Pada ketinggian 8.150 kaki, throttle atau tuas pengatur tenaga mesin sebelah kiri bergerak mundur," kata Nurcahyo.

"Tenaga mesin atau putaran mesin juga ikut berkurang, sedangkan mesin sebelah kanan tetap," tuturnya.

Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021) siang. - Pesawat Sriwijaya Air Hilang Kontak di Kepulauan Seribu Angkut 56 Penumpang, Termasuk 3 bayi
Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021) siang. - Pesawat Sriwijaya Air Hilang Kontak di Kepulauan Seribu Angkut 56 Penumpang, Termasuk 3 bayi (FLIGHTRADAR24.COM)

Pada pukul 14.38.51 WIB, karena kondisi cuaca, pilot kemudian meminta kepada pengatur lalu lintas udara (ATC) untuk berbelok ke arah 075 derajat.

Saat itu, ATC memberikan izin. ATC juga memperkirakan perubahan itu akan menyebabkan pesawat SJ 182 akan bertemu pesawat lain, yang berangkat dari bandara yang sama di Bandara Soekarno-Hatta, dengan tujuan yang sama, yaitu Pontianak.

"Maka, SJ 182 diminta berhenti naik di ketinggian 11.000 kaki," kata Nurcahyo.

Temuan Terbaru KNKT Soal Penyebab Sriwijaya Air SJ 182 Jatuh : 2 Kerusakan Tapi Ditunda Perbaikannya

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Jatuh Sisakan Misteri, Manuver Terakhir Captain Afwan dan Kata Clear

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved