Breaking News:

Tahun Baru Imlek, Sejarah Etnis Tionghoa Masuk Banten, Jejak Batu Nisan Mandarin dan Masjid Pecinan

Masuknya etnis Tionghoa berawal dari kedatangan para pedagang dari Tiongkok ke Banten untuk berniaga pada 1522.

Penulis: Wijanarko | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/WIJANARKO
Etnis Tionghoa memberi warna dalam sejarah Banten. 

Setelah dilakukan revitalisasi pada tahun 2019, kini kawasan situs Masjid Cacinan terlihat lebih Indah dan tertata.

Di sekeliling situs, dibangung jalan setapak yang terbuat dari paving block dan berbagai macam tanaman bunga.

Terpasang juga 14 lampu taman di setiap sisi, tiga kursi kayu di depan pintu masuk dan satu gazebo berukuran 3x3 mater di bagian Utara.

Vihara Metta Kota Serang akan Gelar Imlek Secara Online, Gerbang Akan Ditutup Hindari Kerumunan

Tahun Baru Imlek 2021, Sejarah dan Asal Usul, Kenapa Identik Warna Merah?

Masjid Pecinan Tinggi yang terletak di Kampung Dermayon, Desa Pamengkang, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang ini tampak sepi.

Menurut pantauan Tribun Banten.com, pada Selasa pukul 15.00 WIB, tidak ada pengunjung yang datang berkunjung, hanya beberapa anak kecil tampak sedang bermain mobil-mobilan di pelataran Masjid Pacinan Tinggi.

Jalan Vihara - Karangantu yang merupakan akses jalan utama menuju situs tersebut pun tampak lenggang dari kendaraan.

Penjaga Situs Masjid Pacinan Tinggi, Ahyani mengatakan situs ini kurang populer sebagai tempat wisata sejarah.

"Situs Masjid Pacinan ini kalah sohor dibandingkan Masjid Agung Banten. Di sana selain lebih bagus, juga lebih dekat aksesnya," ujar Ahyani.

Selain karena fasilitas Masjid Agung Banten yang lebih memumpuni dan jaraknya yang lebih dekat, ia menduga luas lokasi situs juga menjadi faktor penyebabnya.

"Di sini lokasinya sempit, tidak seluas Kawasan Masjid Agung Banten atau destinasi wisata sejarah lainnya. Terus di sini cuma ada bangunan menara dan runtuhan mihrab yang tersisa yang bisa dilihat pengunjung," ucapnya.

Ia menuturkan, pengunjung yang datang ke situs Masjid Pecinan hanya di hari-hari tertentu.

"Paling rame nya pas hari Sabtu dan Minggu. Itu pun bisa dihitung," ujarnya.

Pada Juli 2019, pemerintah Provinsi Banten telah mulai melakukan revitalisasi kawasan Wisata Sejarah di Banten Lama.

"Meliputi kawasan Masjid Agung Banten, Keraton Surosowan, Keraton Kaibon, Benteng Spelwijk, dan Masjid Pacinan Tinggi," ujar Kepala Unit (Kanit) Situs Museum Purbakala, Fajar Satya Purnama.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved