Breaking News:

Hanya Berdua di Rumah, Ayah Tiri Rudapaksa Anak di Lebak, Sempat Ngancam Begini Nasib Pria Bejat

Hal ini, karena YN diduga melakukan rudupaksa terhadap anak tirinya sendiri hingga hamil 6 bulan.

Net
Ilustrasi perkosaan 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - YN (39) harus berurusan dengan aparat kepolisian.

Hal ini, karena YN diduga melakukan rudupaksa terhadap anak tirinya hingga hamil 6 bulan.

Aksi bejat itu dilakukan di kediamannya di Kecamatan Malimping, Kabupaten Lebak, Banten.

"Waktu itu Ibu kandung korban tidak ada di rumah. Korban diajak masuk ke kamar oleh pelaku," kata Kasatreskrim Polres Lebak, Iptu Indik Rusmono, Kamis (11/2/2021).

Ketuk Rumah Warga dengan Keadaan Penuh Lumpur, Gadis Ini Ngaku Nyaris Jadi Korban Rudapaksa

Berada di Bawah Pengaruh Obat, 6 Pria Tangerang Rudapaksa Gadis 14 Tahun, Korban Diancam Dibunuh

Dia menjelaskan, aksi bejat itu dilakukan pada saat terduga pelaku bersama anak sedang berada di rumah.

Sementara, istri sedang pergi ke luar rumah.

Mengetahui, istri tak ada di rumah, hawa nafsu sang ayah tiri meningkat.

Akhirnya, tak dapat menahan hawa nafsu yang bersangkutan melakukan perbuatan terhadap sang anak yang pada saat itu duduk di ruang tamu.

Setelah melakukan perbuatan terhadap anaknya sendiri, kata dia, sang ayah tiri mengancam sang anak agar tidak memberitahu peristiwa tersebut kepada sang ibu.

Merasa diancam, sang anak tidak memberitahukan perbuatan sang ayah tiri kepada sang ibu.

Hingga sampai akhirnya sang ibu bersama dengan keluarga korban melihat terjadi perubahan fisik tubuh anak yang semakin membesar.

Akhirnya, sang ibu bertanya kepada korban, hingga bercerita bahwa pelaku yang menghamilinya adalah ayah tirinya sendiri.

Sontak ibu korban beserta keluarga melaporkan kejadian itu pada Rabu 10 Februari 2021 sore.

"Pelaku diancam Pasal 76D juncto Pasal 81 dan atau Pasal 76E juncto Pasal 82 Undang-undang (UU) nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak," tambahnya.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan
Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved