Breaking News:

Ungkap Penyelundupan Sabu, Polres Pandeglang Ciduk Pelaku di Pasar Badak

Penangkapan ini merupakan upaya penyelidikan dan gerak cepat team Opsnal Satresnarkoba menindak lanjuti laporan dari masyarakat.

KOMPAS.COM/HANDOUT
Ilustrasi Narkoba 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Wijanarko

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Sebanyak tiga tersangka penyalahgunaan narkotika jenis sabu diamankan, pada Jumat (12/2/2021).

Tim Opsnal Satuan Resese Narkoba (Satresnarkoba) Polres Pandeglang menangkap pelaku.

Aparat Polres Pandeglang menyita barang bukti berupa narkotika jenis sabu dengan barang bukti seberat 22,15 gram.

Baca juga: Model Majalah Dewasa Beiby Putri Terjerat Narkoba, Pesan Sabu Dapat Tawas

Baca juga: Video Detik-Detik Rinto Sabua CS Keroyok Anggota TNI di Parkiran, Merengek saat Ditangkap Aparat

Kapolres Pandeglang AKBP Hamam Wahyudi mengatakan penangkapan ini merupakan upaya penyelidikan dan gerak cepat team Opsnal Satresnarkoba menindak lanjuti laporan dari masyarakat.

"Alhamdulillah kita berhasil mengamankan tersangka berikut barang buktinya," ujar  berdasarkan keterangan tertulis yang diterima TribunBanten.com, Jumat (12/2/2021).

Pengungkapan kasus itu berawal dari informasi warga ada penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Aparat menangkap TBTF (38) di Kampung Gardutanjak, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang.

Pelaku diamankan beserta barang bukti sekitar 0,33 gram.

Team Opsnal terus mengembangkan dan menangkap AR (34) di pasar Badak Pandeglang.

Di tempat berbeda, dari hasil pengembangan penangkapan TBTF dan AR, Satresnarkoba Polres Pandeglang bergerak cepat dan berhasil menagkap wanita berinisial SEF (32).

SEF yang diduga merupakan pengedar, diamankan dengan barang bukti sabu kurang lebih seberat 22,15 gram.

Ia menambahkan untuk pasal yang dikenakan pada para pelaku TBTF, AR , SEF yaitu Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1), UU. RI. No. 35 tahun 2009, tentang Narkotika Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2), UU. RI. No. 35 tahun 2009.

Dengan ancaman hukuman seumur hidup atau paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

"Masih dalam proses penyidikan dan terus akan dikembangkan," tambahnya.

Penulis: Wijanarko
Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved