Breaking News:

Kisah Kakek dan Nenek asal Serang Berjalan Belasan KM Mencari Rongsok Untuk Bertahan Hidup

Begitu juga istrinya, Wayri yang mengenakan topi caping selama menemani suaminya memulung sampah.

Penulis: Khairul Ma'arif | Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Khairul Maarif
Casim dan Wayri, pemulung asal Kota Serang yang sudah berusia lanjut harus berjalan 14 km untuk mencari barang rongsokan 

Laporan Reporter TribunBanten.com, Khairul Ma'arif

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Sepasang suami istri berjalan di Jalan Raya Banten dari Kebaharan menuju Kasunyatan sambil mendorong gerobak.

Sang suami, Casim selalu memakai topi untuk melindunginya dari panas matahari.

Begitu juga istrinya, Wayri yang mengenakan topi caping selama menemani suaminya memulung sampah.

Meski keduanya telah berusia 80 tahun, Casim dan Wayri hingga 14 km dari rumahny di Kasunyatan sampai Kebaharan, Kelurahan Unyur.

Gerobaknya bertuliskan "Awas, Pak Cari Milik, Cari Sesuap Nasi, Bu," di bagian belakang gerobaknya.

Sedangkan, Wayri membawa karung di tangan kirinya dan alat pemungut botol plastik di tangan kanannya.

Baca juga: Marsah Dibunuh dan Diperkosa Pemuda Mabuk, Suka Membantu dan Sekolahkan Anak Hingga Lulus Kuliah

Baca juga: Wanita Pedagang Sayur Itu Sempat Memohon Jangan dan Teriak Anak Saya Banyak Sebelum Dibunuh

Sambil melihat ke kanan dan kirinya jika ada barang rongsokan seperti botol plastik bekas, kardus, dan kaleng dipungutnya.

Masker yang dipakai keduanya sudah tampak lusuh seperti tidak dicuci berhari-hari.

Casim menikah dengan Wayri sudah sejak tahun 1971 dan memiliki dua anak, tujuh cucu, dan 11 cicit.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved