Breaking News:

Geledah Toko Kosmetik di Cikupa, Polresta Tangerang Temukan Obat Terlarang Bebas Diperjualbelikan

Jajaran Polresta Tangerang mengungkap kasus penjualan obat keras daftar G (Tramadol, Hexymer) tanpa izin atau ilegal.

Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas menunjukkan obat-obatan ilegal saat konferensi pers pengungkapan obat ilegal di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (6/9/2016). Tim gabungan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Dit V Tipiter Bareskrim Polri berhasil menggerebek pabrik rumahan obat ilegal di Balaraja, Banten dan menyita 42,4 juta butir obat senilai Rp 30 miliar. 

TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG - Jajaran Polresta Tangerang mengungkap kasus penjualan obat keras daftar G (Tramadol, Hexymer) tanpa izin atau ilegal.

Obat keras daftar G itu beredar di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten.

"Tim Satresnarkoba Polresta Tangerang menyelidiki ke lokasi, dan mengamankan seorang pelaku M (28) warga Cikupa, Kabupaten Tangerang," kata Kapolesta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro, dalam keterangannya, Minggu (14/2/2021).

Baca juga: Polresta Tangerang Ungkap Kasus Pencurian Mobil Pick Up, Tiga Pelaku Melarikan Diri

Baca juga: Rotasi Jabatan di Polda Banten, Kapolresta Tangerang Hingga Posisi Direktur Diganti

Dia menjelaskan, pengungkapan kasus itu berawal dari laporan masyarakat ada yang menjual obat-obatan terlarang yang berkedok toko kosmetik.

Setelah menangkap pelaku, aparat kepolisian menyita barang bukti dari toko kosmetik tersebut.

Barang bukti berupa 50 butir obat jenis tramadol HCI, terdiri dari 5 lempeng berisikan 10 butir Tramadol HCI dan 19 butir obat jenis tramadol HCI.

Kemudian, untuk kemasan lempeng yang tidak utuh terdiri 208 butir obat jenis Heximer dari 26 plastik klip bening yang berisikan masing-masing 8 butir, 52 butir obat jenis Heximer yang terdiri dari 13 plastik klip bening yang berisikan masing-masing 4 butir, dan uang tunai hasil penjualan sebesar Rp.1.200.000.

Lalu, pihaknya melanjutkan penggeledahan di rumah M dan menemukan barang bukti berupa 1.650 butir obat jenis tramadol HCI yang terdiri dari 165 lempeng.

Baca juga: Polresta Tangerang Amankan 14 Anak di Bawah Umur di Pintu Tol Masuk DKI, Ingin Ikut Aksi 1812

Baca juga: Sekelompok Anggota FPI Juga Geruduk Polresta Tangerang, Minta Ditahan dan Rizieq Dibebaskan

Masing-masing berisikan 10 butir Tramadol HCI, 520 butir obat jenis tramadol HCI dalam satu bungkus plastik bening, 1000 butir obat jenis Heximer dalam satu bungkus plastik bening, 450 butir obat jenis Heximer dalam satu bungkus plastik bening, 416 butir obat jenis Heximer terdiri 52 bungkus plastik bening yang masing-masing berisikan 8 butir.

Atas perbuatanya, pelaku dijerat Pasal 197 juncto Pasal 196 ayat (1) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp1,5 miliar.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved