Breaking News:

Hei Milenial! Ini Tips dari Badan Narkotika Nasional Provinsi Banten Biar Bebas Narkoba

Tidak sedikit juga dari keluarga yang baik-baik saja seorang anak menggunakan narkoba

TribunBanten.com/Khairul Maarif
Sub-Koordinator P2M Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten Ainul Mardiah 

Laporan Wartawan Tribun Banten.com, Khairul Ma'arif

TRIBUNBANTEN.COM, BANTEN - Setiap manusia memiliki rasa adiksi yang tidak terbatas, bukan pada narkotika saja.

"Di dasarnya manusia itu selalu ada bawaan adiktif pada sesuatu," ujar Sub-Koordinator Pencegahan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten Ainul Mardiah kepada Tribun Banten.com di ruang kerjanya, Senin (15/2/2021).

Dia mencontohkan nasi yang selalu menjadi rasa adiksi bagi kebanyakan orang Indonesia.

"Coba seharian kita tidak makan nasi, pasti dianggap belum makan. Padahal sudah makan roti, misalnya," ucapnya.

Baca juga: Profil Kepala BNNP Banten Brigjen Hendri Marpaung: Tak Segan-segan Turun ke Lapangan Ungkap Kasus

Baca juga: Model Majalah Dewasa Beiby Putri Terjerat Narkoba, Pesan Sabu Dapat Tawas

Menurut dia, tidak semua remaja yang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba berasal dari keluarga yang broken home.

"Tidak sedikit juga dari keluarga yang baik-baik saja seorang anak menggunakan narkoba," kata Ainul.

Seorang remaja, ucap perempuan berusia 50 tahun ini, berada di kelompok pengguna narkoba karena ingin diterima di komunitas itu dan ikut-ikut memakai barang terlarang.

Selain itu, juga bisa karena ajakan dan paksaan yang diterima oleh remaja tersebut saat bergabung dalam kelompok yang diinginkannya.

"Pengaruh lingkungan itu sangat besar, sekitar 90 persen seseorang bisa terpengaruh menggunakan narkoba karena lingkungannya," ujar perempuan berkerudung hitam ini.

Menurutnya, seorang remaja harus tetap selektif dalam memilih lingkungan pertemanannya.

"Bukan berarti pilih-pilih, tapi, lebih ke sebagai usaha mengawasi diri saja," katanya.

Rasa penasaran tinggi yang dimiliki remaja menjadikannya kelompok yang paling rentan menjadi pengguna narkoba.

Ilustrasi Narkoba
Ilustrasi Narkoba (KOMPAS.COM/HANDOUT)

Seorang remaja harus dapat melampiaskan adiksi yang ada di dalam dirinya pada kegiatan yang positif.

"Misalnya ikut klub olahraga. Orang yang terbiasa akan aneh rasanya jika sekali saja tidak berolahraga," ucapnya.

Perempuan yang mengenakan baju putih, memberikan saran bagi para remaja untuk mengerti dan mengetahui dampak narkotika pada dirinya.

"Remaja harus mengerti dampak dari penggunaan narkotika secara fisik dan mental," ujarnya.

Dampak secara fisik bisa berupa organ kesehatan dalam jadi terganggu dan bahkan bisa menyebabkan kerusakan organ.

Dampak secara mental menarik diri dari lingkungannya, cuek, paranoid, dan emosi tinggi.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved