Breaking News:

Pilkada Kabupaten Pandeglang

MK Tolak Gugatan Thoni-Imat Karena Terlambat Mengajukan, Irna-Tanto Tetap Pemenang

Gugatan paslon calon kepala daerah itu ditolak karena pengajuan permohonan gugatan melebihi batas waktu alias terlambat.

Dok Humas MK/Ifa
Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams saat membacakan pertimbangan hukum perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Kepala Daerah untuk Kabupaten Pandeglang di ruang sidang Gedung MK, Jakarta, Senin (15/2/2021). 

 Pada sidang pemeriksaan pendahuluan yang digelar pada 29 Januari 2021, Thoni Fathoni – Imat Miftahul Tamamy selaku paslon Pemohon mendalilkan adanya pelanggaran netralitas ASN yang dilakukan oleh Camat Cimanggu dan menerima hasil status laporan dan hasil rekomendasi laporan yang tidak jelas serta tidak mengikat secara hukum.

Pemohon menyampaikan bahwa sampai saat ini tidak dapat mengakses informasi resmi dari laman Bawaslu dan melakukan pengaduan online kepada Bawaslu Kabupaten Pandeglang.

Sehingga, palson tersebut menduga Bawaslu Kabupaten Pandeglang tidak menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik dan benar. 

Dalam petitum atau permintaan gugatannya, Thoni-Imat selaku Pemohon meminta kepada MK untuk memerintahkan kepada KPU agar melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 35 kecamatan se-Kabupaten Pandeglang atau PSU pada kecamatan yang berdasarkan bukti-bukti yang ada telah terjadi pelanggaran selama proses kampanye Pemilihan Bupati Pandeglang Tahun 2020. 

Diberitakan, KPU Kabupaten Pandeglang telah menetapkan rekapitulasi perolehan suara Calon Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang pada Selasa, 15 Desember 2020.

Hasilnya, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati petahana Irna Narulita-Tanto Warsono Arban sebagai peraih suara terbanyak dengan 389.367 suara sah. Sementara penantangnya, Thoni Fathoni Mukson-Imat Miftahul Tamamy mendapat 223.220 suara.

  

Berdasarkan hasil rekapitulasi yang juga disiarkan melalui streaming tersebut, total jumlah suara sah di Pandeglang sebanyak 612.587 suara, sementara suara tidak sah 20.416 suara dengan total keseluruhan 633.003 suara.

Baca juga: Gubernur Wahidin Halim Surati Mendagri Minta SK Pelantikan Kepala Daerah Terpilih Diterbitkan

Baca juga: Sidang MK, Muhamad-Rahayu Tuding Airin Dompleng Santunan Anak Yatim untuk Kepentingan Ben-Pilar

Ketua DPW Nasdem Banten Edi Ariadi menyerahkan surat keputusan (SK) penetapan calon dari DPP kepada Irna Narulita-Tanto Warsono Arban sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang di kantornya, Kota Serang, Banten, Jumat (24/7/2020).
Ketua DPW Nasdem Banten Edi Ariadi menyerahkan surat keputusan (SK) penetapan calon dari DPP kepada Irna Narulita-Tanto Warsono Arban sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang di kantornya, Kota Serang, Banten, Jumat (24/7/2020). (Tribuners/Martin Ronaldo Pakpahan)

Itu merupakan data 100 persen dari 2.243 TPS yang tersebar di 339 desa/kelurahan dan 35 kecamatan di seluruh Pandeglang.

Komisioner KPU Pandeglang, Ahmadi mengatakan usai hasil rekapitulasi disahkan masing-masing calon memiliki kesempatan untuk melakukan gugatan hasil pleno ke MK, dengan batas waktu tiga hari usai rekapitulasi diumumkan, seusai Peraturan KPU.

Halaman
123
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Abdul Qodir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved