Breaking News:

Terungkap Kasus Pencabulan di Pandeglang, Korban Melarikan Diri Usai Tinggal Bersama 4 Tahun

S (70), kakek, harus berurusan dengan aparat kepolisian. Hal ini, karena S diduga mencabuli anak di bawah umur.

CGN089/Shutterstock via TribunMadura.com
Ilustrasi pencabulan anak 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Wijanarko

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - S (70), kakek, harus berurusan dengan aparat kepolisian.

Hal ini, karena S diduga mencabuli anak di bawah umur.

Baca juga: Mengeluh Sakit di Kemaluan, Bocah 7 Tahun Ternyata Jadi Korban Pencabulan Karyawan Kelapa Sawit

Baca juga: Selama Pandemi Ada 69 Kasus Kekerasan Anak di Banten, Paling Banyak Pencabulan, Ini Penyebabnya

Kapolres Pandeglang AKBP Hamam Wahyudi, mengatakan masyarakat menyerahkan S ke Polsek Saketi.

"Polsek Saketi menyerahkan ke unit PPA Satreskrim Polres Pandeglang untuk penyidikan lebih lanjut," kata dia, dalam
keterangan yang diterima TribunBanten.com, Senin (15/2/2021).

Dia menjelaskan, penangkapan pelaku berawal dari korban melarikan diri karena sudah tidak tahan terhadap perlakuan bejat pelaku.

Korban kabur dari rumah kakeknya, lalu ke rumah ketua RT setempat. Korban melaporkan sering dicabuli oleh kakek tirinya.

Setelah itu ketua RT berkoordinasi dengan kepala desa dan melaporkan ke Polsek Saketi.

Warga yang geram langsung mendatangi rumah tersangka.

Warga mengamankan S, lalu, dibawa ke kantor polisi.

Perbuatan cabul itu sudah berlangsung sejak korban duduk di kelas 1 Sekolah Dasar (SD).

Perbuatan cabul itu terus berulang sampai korban berumur 10 tahun dan duduk di kelas 4 SD.

"Korban tinggal serumah dengan kakek tirinya. Korban selalu diancam untuk dibunuh jika menolak hasrat bejat kakek tirinya," ujarnya.

Baca juga: Polres Pandeglang Ungkap Modus Tersangka Kasus Pencabulan dan Persetubuhan pada Awal 2021

Baca juga: Lakukan Berbagai Jenis Kriminal, Polres Tangsel Periksa Kejiwaan Tersangka Pencabulan di Jurangmangu

Dari kejadian ini, AKBP Hamam Wahyudi berharap agar para orang maupun keluarga bisa lebih memperhatikan dan mengawasi anak-anaknya.

"Terutama sebagai orang tua harus bisa melihat dan menangkap setiap perubahan tingkah laku anak, sehingga sedini mungkin dapat mengetahui kejadian yang menimpa anak-anak kita," tambahnya.

Penulis: Wijanarko
Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved