Breaking News:

Pengajuan Dispensasi Menikah Meningkat, Pengadilan Agama Serang: Ada yang Hamil di Luar Nikah

Angka pernikahan di Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Serang, Banten mengalami peningkatan.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/DESIPURNAMA
Angka pernikahan di Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Serang, Banten mengalami peningkatan. Hal itu terlihat dari catatan pengajuan dispensasi menikah pada tahun 2020 dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2019. 

Laporan Wartawan Tribun Banten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Angka pernikahan di Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Serang, Banten mengalami peningkatan.

Hal itu terlihat dari catatan pengajuan dispensasi menikah pada tahun 2020 dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2019.

Baca juga: Pengadilan Agama Serang: Angka Perceraian Meningkat Selama Pandemi Covid, Mayoritas Diajukan Wanita

Baca juga: Pelayanan Isbat Nikah di Pengadilan Agama Serang Meningkat, Apa itu Isbat Nikah?

Hakim sekaligus Humas Pengadilan Agama Serang Najamuddin, mengungkapkan ada sejumlah alasan mengapa angka pengajuan dispensasi menikah meningkat.

Terdapat alasan tidak masuk akal, di antaranya karena kedekatan hubungan antara calon suami-istri, serta ada juga yang sudah hamil di luar nikah.

"Ya, alasannya karena sudah terlalu dekat dengan teman laki-lakinya, atau bahkan sudah ada yang hamil diluar nikah," ujarnya, saat ditemui di ruang kerjanya, kepada, Tribun Banten.com, Senin(15/2/2021).

Dia menjelaskan, sejak diundang-undangkannya Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan telah ditetapkan usia minimal calon mempelai.

Semula, untuk seorang perempuan minimal telah berusia 16 tahun. Namun, kemudian adanya aturan yang baru membuat usia minimal wanita untuk menikah adalah 19 tahun.

"Sehingga rentang tiga tahun, boleh nikah 16 tahun menjadi usia 19, rentang waktu tiga tahun banyak masyarakat yang mengajukan dispensasi nikah," ujarnya

Berdasarkan data pada tahun 2019, kata dia, terdapat 53 perkara di Kota dan Kabupaten Serang.
Sementara pada 2020,
mencapai 122 perkara, di tingkat kabupaten berjumlah 74 perkara sedangkan untuk kota mencapai 52 perkara.

"Memang adanya peningkatan yang signifikan melebihi 100 persen," ujar pria berbaju hitam tersebut.

Kenaikan angka dispensasi menikah di tingkat kabupaten itu dipengaruhi berbagai faktor. Salah satu di antaranya adalah luas wilayah.

"Untuk luas kabupaten ada sekitar 26 kecamatan dan 326 desa sedangkan untuk kota ada sekitar 6 kecamatan dan 66 desa," ucapnya.

Faktor lainnya, kata dia, karena masyarakat beranggapan jika usia 17 tahun sudah dewasa.

Baca juga: Angka Cerai Tinggi, Pengadilan Agama Pandeglang Gelar Sidang Cerai Keliling di Labuan

Baca juga: Dua Pegawai Terpapar Covid-19, Pengadilan Agama Serang Ditutup Sementara

Selain itu, dia mengungkapkan, menikah dini dilakukan untuk mengurus orang tua yang usianya sudah lanjut usia.

"Memang jika untuk alasannya yang kami harapkan itu alasan yang ideal," ujarnya

Dia menambahkan peran sejumlah pihak dibutuhkan untuk mengedukasi dan mencegah pernikahan dini.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved