Breaking News:

Ratusan Warga Sumurgeneng Kaya Mendadak, Rata-rata Dapat Rp 8 Miliar, Beli 176 Mobil Baru

Warga pun memborong mobil dan menjadi berkah bagi sejumlah diler di kawasan tersebut.

istimewa via Tribunnnews
Capture video viral warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, beli mobil ramai-ramai. 

TRIBUNBANTEN.COM - Warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur, kaya mendadak.

Mereka mendapatkan uang dari hasil penjualan tanah di proyek kilang minyak di Tuban.

Warga pun memborong mobil dan menjadi berkah bagi sejumlah diler di kawasan tersebut.

Kepala Cabang Bengkel Auto2000 Ari Surjono mengaku penjualannya meningkat cukup tinggi.

Baca juga: Kisah Warga Desa Sumurgeneng Beli 176 Unit Mobil Baru dari Jual Tanah, Ada yang Dapat Rp 28 Miliar

Bahkan, sejak April 2020, penjualan mobil di wilayah Jenu meningkat mencapai 400 persen.

“Saat di tempat lain terkena dampak pandemi Covid-19, di sini (Tuban) justru marketnya naik, karena banyak warga Jenu yang membeli mobil,” tutur Ari, Selasa (16/2/2021) seperti dikutip dari Kompas.TV.

Dia memperkirakan, peningkatan penjualan mobil di wilayah  Tuban akan terus terjadi hingga proyek kilang minyak berjalan.

“Akan terus naik penjualan mobil, nanti kalau proyek kilang minyak sudah berjalan kan banyak kontraktor yang masuk ke dalamnya untuk proses pembangunan,” jelas dia.

Kepala Desa Sumurgeneng, Gihanto, mengatakan di desanya terdapat 840 kepala keluarga (KK).

Namun, yang lahannya dijual karena masuk penetapan lokasi (penlok) kilang minyak ada 225 KK.

"Ya memang kondisinya begitu, dapat uang lalu beli mobil, ada juga yang dibelikan tanah lagi maupun bangun rumah juga," ujar Gihanto.

Menurut dia, pendapatan warga dari hasil penjualan tanah, yang jika dirata-ratakan mencapai Rp 8 miliar.

Bahkan, ada warga yang dengan kepemilikan lahan 4 hektare menerima Rp 26 miliar.

Dia menyebut ada juga warga Kota Surabaya yang memiliki lahan di desa tersebut yang mendapat ganti untung mencapai Rp 38 miliar.

“Sebab, Pertamina menghargai tanah Rp 600 ribu hingga 800 ribu per meter, jauh lebih tinggi dari harga tanah pada umumnya di wilayah ini,” tandas Gihanto.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved