Breaking News:

Mahasiswa Beri Hadiah Anak Ayam Untuk Edi-Ratu Ati marliati di Akhir Jabatannya, Ini Maknanya

Katanya, empat ekor anak itik tersebut diwujudkan sebagai solusi untuk keduanya untuk menjadi peternak ayam ketimbang mengurusi daerah.

TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan
Mahasiswa memberikan 'hadiah' anak ayam dan itik untuk Wali Kota-Wakil Wali Kota Serang, Edi Ariadi dan Ratu Ati Marliati di akhir masa jabatannya 

( Berita Terkini Kota Cilegon )

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA CILEGON - Wali Kota-Wakil Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi-Ratu Ati Marliati resmi mengakhiri masa jabatan dirinya sebagai pemimpin di 'kota baja' per tanggal 17 Februari 2021.

Acara pelepasan sendiri dilakukan di Aula Gedung Diskominfo Kota Cilegon, Kota Cilegon, Rabu (17/2/2021).

Dalam kesempatan tersebut, terdapat dua mahasiswa yang merengsek masuk kedalam acara tersebut untuk memberikan kado spesial kepada kedua pemimpin Cilegon yang lama tersebut.

Kedatangan mahasiswa ke acara pelepasan kepala daerah Cilegon itu, untuk memberikan hadiah berupa empat ekor hewan itik warna-warni sebagai bentuk kekecewaan dalam memimpin Cilegon selama lima tahun terakhir.

Baca juga: Jabatan Walkot Cilegon Berakhir, Edi Ariadi - Ratu Ati Marliati Harus Kembalikan Mobil Dinas Mewah

Baca juga: Pulau Merak Kecil Cilegon, Jadi Lokasi Syuting Sinetron hingga Tempat Foto Pre-wedding dan Berkemah

Ketua Umum IMC Hariyanto mengungkapkan, pihaknya yang mengawal pemerintahan di bawah kepemimpinan Edi Ati kecewa dengan keduanya lantaran banyaknya permasalahan yang tak kunjung diselesaikan.

"IMC menilai, kepemimpinan Pak Edi dan Bu Ati sampai di penghujung jabatannya tidak becus mengurus Kota Cilegon," katanya saat ditemui.

Katanya, empat ekor anak itik tersebut diwujudkan sebagai solusi untuk keduanya untuk menjadi peternak ayam ketimbang mengurusi daerah.

Sayangnya ayam tersebut tak dapat diberikan kepada kedua pemimpin tersebut lantaran aksinya tersebut langsung digagalkan oleh Satgas Covid-19 Kota Cilegon.

"Jika memang enggak bisa ngurus Kota Cilegon lebih baik ngurus itik aja," jelasnya.

Menurutnya, terdapat beberapa faktor yang mengakibatkan gagalnya kedua pemimpin daerah tersebut salah satunya adalah RPJMD yang tidak kunjung terealisasi, tingkat pengangguran di Kota baja tersebut semakin meningkat.

Selain itu permasalahan banjir yang tak kunjung memberikan solusi mengakibatkan jalan protokol disaat hujan tergenang dan mengakibatkan kelumpuhan.

"Itulah kenapa IMC menilai bahwa kepemimpinan Pak Edi dan Bu Ati ini gagal," tutupnya. 

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan
Editor: Yudhi Maulana A
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved