Breaking News:

Polres Pandeglang Tangkap Pelaku Penyalahgunaan Obat, Sempat Simpan Barang di Box Motor

Aparat Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Pandeglang mengungkap kasus penyalahgunaan obat.

istimewa
Ilustrasi Box Motor 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Khairul Ma'arif

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Aparat Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Pandeglang mengungkap kasus penyalahgunaan obat.

S, pelaku penyalahgunaan obat ditangkap di Desa Gunung Batu, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (15/2/2021).

"Tim Satresnarkoba Polres Pandeglang mengamankan S (40)," kata Kapolres Pandeglang AKBP Hamam Wahyudi, kepada awak media, Rabu (17/2/2021).

Baca juga: Ungkap Penyelundupan Sabu, Polres Pandeglang Ciduk Pelaku di Pasar Badak

Baca juga: Kapolres Pandeglang Lepas Pengawalan Pengambilan Vaksin Covid-19 ke Gudang Farmasi Banten

Upaya pengungkapan kasus itu berawal dari laporan masyarakat LP-A/ 45 /RES.4.2/II/2021/Resnarkoba tanggal 16 Februari 2021.

Setelah menerima laporan, pihaknya menindaklanjuti dan menangkap S.

Dari tangan S, aparat kepolisian menemukan sebuah kotak warna hitam berisi 16 butir obat merk Hexymer yang disimpan di saku celana dan uang hasil penjualan Rp. 70.000.

Penemuan didapat dari proses penggeledahan badan pada pelaku.

"Selanjutnya di dalam box motor ditemukan Hexymer sebanyak 532 butir sehingga total keseluruhan barang bukti berjumlah 548 butir," ujarnya..

Berdasarkan pengakuan S, obat-obatan terlarang itu didapat dari
SN yang masih dalam proses pengembangan dan pengejaran.

Pelaku dijerat Pasal 197 Junto Pasal 106 ayat (1) subsider Pasal 196 Junto 98 ayat (2), (3) UU. RI. No. 36 tahun 2009, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp1,5 miliar.

Baca juga: Polres Pandeglang Ungkap Modus Tersangka Kasus Pencabulan dan Persetubuhan pada Awal 2021

Baca juga: Program Kapolda Baru, Kapolres Pandeglang Kunjungi Pimpinan Ponpes Nurul Musthofa

Sementara itu, di tempat berbeda Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol. Edy Sumardi mengimbau mengawasi perkembangan anak-anak.

"Agar mengetahui lebih dini sesuai usianya serta jika mengetahui ada peredaran obat-obatan terlarang segera melaporkan ke pihak berwajib," tambahnya.

Penulis: Khairul Ma'arif
Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved