Breaking News:

Relaksasi Kredit Pembiayaan Properti Maksimal 100 Persen, Beli Rumah Tak Perlu Uang Muka

Hal ini dilakukan untuk mendorong pertumbuhan kredit di sektor properti dengan tetap memerhatikan prinsip kehati-hatian

Dokumentasi Tribun Jateng
ilustrasi properti. 

TRIBUNBANTEN.COM - Para calon konsumen properti dimungkinkan untuk tidak membayar uang muka atau down payment (DP).

Bank Indonesia (BI) memberikan relaksasi rasio loan to value/financing to value atau LTV/FTV.

Relaksasi untuk kredit pembiayaan properti itu menjadi maksimal 100 persen.

Baca juga: Promo Properti buat Milenial, dari Harga Rumah Mulai Rp 100 Jutaan sampai Cicilan Rp 1 Juta/Bulan

Baca juga: Cara Mencairkan Dana Tabungan Perumahan bagi 367.740 PNS Pensiun atau Ahli Waris dari BP Tapera\

Perbankan akan menanggung seluruh pembiayaan properti yang dibeli konsumen yang memanfaatkan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) atau apartemen (KPA).

Pelonggaran LTV/FTV ini diberlakukan untuk semua jenis properti termasuk rumah tapak, rumah susun, serta rumah toko (ruko) dan rumah kantor atau rukan.

Demikian disampaikan Gubernur BI Perry Warjiyo seusai Rapat Dewan Gubernur (RD), yang dikutip Kompas.com, Kamis (18/02/2021).

Selain untuk kepentingan konsumen, BI juga memberikan sejumlah kelonggaran bagi perbankan yang memenuhi kriteria non-performing loan atau non-performing financing (NPL/NPF) tertentu dengan menghapus ketentuan pencairan bertahap properti inden.

"Hal ini dilakukan untuk mendorong pertumbuhan kredit di sektor properti dengan tetap memerhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko," ujar Perry.

Relaksasi ini berlaku efektif mulai 1 Maret 2021 sampai dengan 31 Desember 2021.

Menurut Perry, pelonggaran LTV/FTV ini merupakan bagian dari langkah BI sebagai tindak lanjut sinergi kebijakan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam Paket Kebijakan Terpadu untuk Peningkatan Pembiayaan Dunia Usaha dalam rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi.

RDG Bank Indonesia yang digelar pada 17-18 Februari 2021 juga memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin menjadi 3,50 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25 persen.

Keputusan ini konsisten dengan prakiraan inflasi yang tetap rendah dan stabilitas nilai tukar Rupiah yang terjaga, serta sebagai langkah lanjutan untuk mendorong momentum pemulihan ekonomi nasional.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Konsumen Properti Bisa Bernafas Lega, Tak Perlu Lagi Bayar Uang Muka"

Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved