Breaking News:

Polda Banten Ungkap Mafia Tanah, 1 ASN Kecamatan Pabuaran Kabupaten Serang Tersangka, ini Modusnya

Menurut Martri, JS adalah aparatur sipil negara (ASN) Ekbang Kecamatan Pabuaran.

Polda Banten Ungkap Mafia Tanah, 1 ASN Kecamatan Pabuaran Kabupaten Serang Tersangka, ini Modusnya
Dok. Tribun Jateng
ilustrasi

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - JS, oknum pegawai Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, ditetapkan polisi sebagai tersangka.

Pria berusia 46 tahun itu menjadi tersangka kasus mafia tanah.

Aparat Polda Banten juga menetapkan SD (49) dan LJ (61) sebagai tersangka.

SD dan LJ adalah rekan JS.

Baca juga: Mafia Tanah Bergentayangan, Polda Banten Bentuk Satgas Khusus, Masyarakat Diminta Lapor

Baca juga: Kisah Warga Desa Sumurgeneng Beli 176 Unit Mobil Baru dari Jual Tanah, Ada yang Dapat Rp 28 Miliar

Baca juga: Kompak Palsukan Surat Tanah Warga, Lurah dan Mantan Plt di Tangsel Ditangkap Polisi

Ketiga tersangka diduga memalsukan akta jual beli tanah seluas 2.676 meter persegi di Blok 001, Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang.

Direktur Kriminal Umum Polda Banten Kombes Pol Martri Soni mengatakan ketiganya ditetapkan sebagai tersangka kasus pemalsuan surat tanah untuk menguntungkan diri sendiri.

Menurut Martri, JS adalah aparatur sipil negara (ASN) Ekbang Kecamatan Pabuaran.

Dia berperan memproses akta jual beli yang tidak sesuai dan memalsukan tanda tangan.

"Tersangka SD sebagai pemberi blangko AJB sekaligus pembeli dan LJ  yang mengaku sebagai ahli waris tanah," ujar Martri didampingi Kasubdit II Harda Ditrkirmum AKBP Dedy Darmawansyah di Mapolda Banten, Jumat (19/2/2021).

Kasus mafia tanah itu terungkap dari laporan Apipah (53), warga Sukajaya, Kecamatam Curug, Kota Serang.

Halaman
12
Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved