Banjir di Kampung Serang Ini Sudah Setinggi Ini, Petugas BPPD Bingung Tak Ada Ketua RT hingga Kades
Namun, saat tiba di lokasi, petugas BPPD sempat kebingungan untuk melakukan proses evakuasi terhadap warga yang rumahnya terendam banjir.
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Abdul Qodir
Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Hujan deras Jumat malam hingga Sabtu pagi tadi, mengakibatkan Kampung Karang Baru, RT 12/09 Desa Tirem, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, Banten, terendam banjir setinggi sekitar 1 meter.
Sejumlah petugas BPPD Kabupaten Serang pun meluncur ke lokasi banjir itu setelah menerima laporan dari warga.
Namun, saat tiba di lokasi, petugas BPPD sempat kebingungan untuk melakukan proses evakuasi terhadap warga yang rumahnya terendam banjir.
Sebab, saat itu tidak seorang pejabat pemerintah daerah seperti Ketua RT dan kepala desa yang dapat diajak koordinasi untuk evakuasi para warga.
Petugas BPBD sempat menanyakan anggota keluarga ketua RT setempat.
Jawabannya adalah bahwa Ketua RT berada di rumah istri di perumahan Bumi Ciruas Permai (BCP) 2 yang jaraknya terbilang jauh.
Dan wilayah BCP 2 juga terdampak banjir.
Sementara, kepala desa setempat tengah berada di Jakarta.
Baca juga: Celana Digulung dan Pakai Caping, Gubernur Wahidin Halim Nyemplung ke Lokasi Banjir di Ciledug
Baca juga: Warga Laporkan Terjadi Bencana di Tiga Tempat, BPBD Kabupaten Serang Langsung Meluncur Siang ini
Baca juga: BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 11 Provinsi di Indonesia Besok 21 Februari 2021
Saat ini, petugas BPBD sedang mengupayakan untuk mengkordinasikan kepada pihak pemerintah setempat dengan telepon.
Sementara, sejumlah warga masih bertahan di dalam rumahnya yang terendam banjir.
Sebagian tampak sibuk mengevakuasi perabotan rumah ke tempat aman.
Sementara, sejumlah anak tampak asik berenang di daerah banjir tersebut.
Asih (40), salah satu warga setempat menuturkan, hujan deras turun di wilayahnya sejak Jumat sore hingga Sabtu pagi tadi.
"Hujan turun tuh dari pas mau Magrib dan sekitar jam 2 malam, air mulai naik ke dalam rumah," ujarnya.
Air yang masuk ke dalam rumah pada dini hari secara tiba-tiba membuat Asih dan keluarganya sempat panik. "Pas banjir kita langsung membereskan barang-barang ke atas," ujarnya.
Menurutnya, banjir disebabkan meluapnya saluran air irigasi di kampungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/banjir-di-kampung-karang-baru-lebak-wangi-kab-serang.jpg)