PLN UID Banten
97% Pelanggan PLN Terdampak Banjir di Tangerang Telah Menyala, 7 Posko dengan 529 Personel Bersiaga
Sebanyak 309 dari 318 unit gardu distribusi yang terdampak banjir sudah berhasil dipulihkan kembali. Sebanyak 72.521 pelanggan
Penulis: Agung Yulianto Wibowo | Editor: Agung Yulianto Wibowo
TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG - Banjir di beberapa wilayah di Tangerang mengakibatkan beberapa gardu dan jaringan listrik tergenang air.
PLN gerak cepat lakukan langkah pengamanan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat.
PLN akan terus bersiaga memantau sistem kelistrikan pada daerah terdampak.
Senior Manager Distribusi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Banten, Muhammad Joharifin, mengatakan saat ini PLN UID Banten telah mempersiapkan tujuh posko penanganan recovery listrik.
Baca juga: 1,25 Juta Pelanggan PLN Banten Menikmati Stimulus Covid-19, Penerima: Alhamdulillah Membantu Sekali
Baca juga: PLN Banten Gerak Cepat saat Banjir di Tangerang, 46% Listrik Pelanggan Sudah Menyala
Posko itu berikut menyiagakan 529 personel, dan empat perahu karet menyebar di wilayah Tangerang dan sekitarnya yang terdampak banjir.
Sampai Minggu (21/2/2021) pukul 16.00, PLN berhasil menyalakan 97 persen gardu distribusi dan juga 97 persen pelanggan yang terdampak banjir.
“Sebanyak 309 dari 318 unit gardu distribusi yang terdampak banjir sudah berhasil dipulihkan kembali. Sebanyak 72.521 pelanggan yang terdampak banjir sudah dinyalakan,” ucap Joharifin.
PLN akan terus bekerja keras dan memantau kondisi di lapangan sejak cuaca ekstrem terjadi.

Sisa pelanggan yang masih padam akan secara bertahap dinormalkan melihat kondisi di lokasi banjir.
Jika semua jaringan listrik baik di sisi warga maupun PLN sudah dalam kondisi kering dan siap dialiri listrik, maka siap untuk dinyalakan.
“Keamanan dan keselamatan selalu menjadi prioritas utama PLN, sehingga kami memohon pengertiannya untuk para pelanggan PLN bahwa kami sementara harus memadamkan listrik di wilayah yang turut terdampak banjir demi keselamatan pelanggan."
"Petugas akan terus bersiaga dalam memonitor banjir, setelah surut dan dipastikan aman baru listrik akan dinyalakan,” kata Joharifin.

Wilayah di Tangerang yang belum menyala di antaranya Kawasan Industri Jatake, Perum Regency dan sekitarnya, Perumahan Golden City Residence dan sekitarnya, Perum Total Persada, Duta Alamanda dan Pinang Griya.
PLN terus memantau perkembangan situasi di lokasi-lokasi yang terdampak maupun berpotensi banjir untuk secara sigap mengambil langkah.
PLN juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk hal tersebut.
“Apabila air mulai masuk ke rumah, warga secara mandiri dapat mematikan listrik dari Mini Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter. Selanjutnya warga bisa menghubungi PLN melalui Contact Center 123 atau melalui aplikasi PLN Mobile,” ujar Joharifin.