Breaking News:

Warga Beberkan Penyebab Banjir di Kampung Karang Baru Kabupaten Serang, Ketinggian Air Capai 1,5 M

Setelah sempat tergenang air, banjir di RT 12/05, Kampung Karang Baru, Desa Tirem, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, Banten mulai surut.

TRIBUNBANTEN/WIJANARKO
Setelah sempat tergenang air, banjir di RT 12/05, Kampung Karang Baru, Desa Tirem, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, Banten mulai surut pada Minggu (21/2/2021). 

"Pasti banjir kalau lagi musim hujan. Kalau airnya tinggi, saya biasanya ngungsi, tapi kalau engga terlalu, paling saya tidur di amben," ujar janda 45 tahun ini.

Ditemui di lokasi banjir, Ibu Lurah Lebak Wangi, Rosidah menuturkan bahwa dataran yang rendah dan pengendapan tanah kali disinyalir menjadi penyebab banjir kerap terjadi di wilayahnya.

"Selain itu, banyak rumah yang didirikan di bantaran sungai situ, jadi sempit kalinya, Mas," ujar Rosidah.

Rosidah menuturkan pihaknya sudah beberapa kali mengeluarkan himbauan untuk tidak mendirikan rumah di bantaran kali.

"Tetap saja. Bangunannya sudah permanen," ujarnya.

Ia berharap pemerintah dan dinas terkait bisa melakukan normalisasi kali.

"Harapan saya tidak ada yang mendirikan rumah-rumah di bantaran kali, agar sungai tidak menyepit dan airnya tidak terhambat," kata dia.

Sementara itu, Operator Pusdalops BPBD Kabupaten Serang, Novi Riadi mengatakan surutnya banjir karena saluran irigasi di Desa Bumi Jaya, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang sudah dibuka.

"Sekitar pukul 01.00 WIB, warga, Danramil, dan pihak Kecamatan Ciruas membuka saluran irigasi, tepatnya di Desa Bumijaya, Kecamatan Ciruas. Jadi biar air mengalir ke kali satunya," ujar Novi saat ditemui TribunBanten.com di kantor BPBD Kabupaten Serang.

Baca juga: 97% Pelanggan PLN Terdampak Banjir di Tangerang Telah Menyala, 7 Posko dengan 529 Personel Bersiaga

Baca juga: Waspada! 7 Penyakit Menular saat Banjir di Masa Pandemi Covid-19

Berdasarkan informasi yang diterima TribunBanten.com, sedikitnya terdapat 22 Kepala Keluarga yang terendam banjir dengan total 93 jiwa, meliputi 7 balita, dan 7 lansia.

Tidak ada korban meninggal, hanya 11 orang mengalami luka ringan.

Penulis: Wijanarko
Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved