Breaking News:

Hampir 2 Pekan, Misteri Mayat Berkaus Wartawan di Sungai Cilemer Belum Terungkap, Polisi Bilang Ini

Polisi juga enggan menanggapi perihal pengakuan keluarga korban yang melihat sejumlah luka sabetan senjata tajam di tubuh korban.

Ist
Ilustrasi mayat mengambang di sungai 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Hampir dua pekan berlalu, misteri penyebab meninggalnya Isman Saputra (18) yang ditemukan tewas dengan sejumlah luka sabetan senjata tajam di Sungai Cilemer Kabupaten Pandeglang, belum terungkap.

Kasat Reskrim Polres Pandeglang, Iptu Wisnu Adicahya mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus ini dan belum menyimpulkan penyebab tewasnya korban karena pembunuhan kendati ditemukan sejumlah luka di tubuh korban. 

Wisnu mengatakan pihaknya masih menunggu hasil visum serta pemeriksaan pusat laboratorium dan forensik (Puslabfor).  

"Hasil dari Puslabfor dan visum nya juga belum ada sejauh ini, saat ini kita masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut, untuk terkait apanya nanti menunggu hasil penyelidikan selesai," ujar Wisnu di Mapolres Pandeglang, Senin (22/2/2021).

Diberitakan sebelumnya, warga menemukan mayat seorang anak muda berkaus wartawan telah mengambang di Sungai Cilemer Pandeglang pada Rabu, 10 Februari 2021 atau 12 hari lalu.

Korban sempat lima hari menghilang dari rumahnya di Kampung Pasir Picung RT 15/15, Desa Cibarani, Kecamatan Cisata, Pandeglang.

  

Baca juga: BREAKING NEWS: Sekretaris DPC Demokrat Lebak Ditangkap Saat Pesta Narkoba di Rumah

Baca juga: Mayat Mengambang di Pandeglang yang Pakai Kaus Wartawan Diduga Dibunuh, Ada Bekas Luka di Leher

Kasat Reskrim Polres Pandeglang Iptu Wisnu Adicahya
Kasat Reskrim Polres Pandeglang Iptu Wisnu Adicahya (Tribunbanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan)

Wisnu mengaku belum bisa menjelaskan lebih jauh perihal penyelidikan kasus ini. Ia khawatir hal itu dapat menghambat penyelidikan tim.

  

"Semoga saja hasilnya (visum dan labfor) sudah keluar minggu depan, karena ini kan sudah dua minggu juga. Dari sana nanti akan keliatan penyebab kematiannya," kata dia.

Polisi juga enggan menanggapi perihal pengakuan keluarga korban yang melihat sejumlah luka sabetan senjata tajam di tubuh korban.

"Nah itu kan kami belum tahu,  itu kan baru pengakuan dari orang tua korban. Jadi, kami masih menunggu laporan dari tim Puslabfornya," ujarnya.

  

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved