Breaking News:

PPKM Mikro Dinilai Efektif Tekan Pelanggaran Prokes di Tangsel

Pemerintah Kota Tangerang Selatan memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro.

Dok Humas Polres Jakarta Barat
Ilustrasi razia protokol kesehatan di kafe - Petugas Gabungan 3 pilar Kebon Jeruk Jakarta Barat membubarkan dan mengamankan beberapa perempuan di tempat kafe musik dan panti pijet Wijaya di Kebon Jeruk Jakarta Barat, Sabtu, 28/9/2020 malam. 

TRIBUNBANTEN.COM, CIPUTAT TIMUR - Pemerintah Kota Tangerang Selatan memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro.

Upaya itu dilakukan mengingat perpanjangan PPKM mikro di wilayah Tangerang Selatan dinilai mampu menanggulangi penyebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19).

"Capaian PPKM di Tangsel terakhir kemarin tercatat sebanyak 87% tingkat kepatuhan masyarakat. Sudah jauh melampaui harapan kita 83%. Ternyata sudah sampai 87%," kata Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie, di acara tes swab antigen massal yang diadakan Badan Intelijen Negara di pelataran Kecamatan Ciputat Timur, Tangsel, Selasa (23/2/2021).

Baca juga: Cuaca Ekstrem Merenggut Nyawa di Pondok Aren Tangerang Selatan, 4 Bocah Tenggelam, 2 Tewas

Baca juga: Kisah Mulia di Balik Pengendara Moge Ducati Diavel yang Berjualan Siomay di Tangerang Selatan

PPKM mikro diterapkan di Jawa dan Bali, termasik Kota Tangsel sejak 9-22 Februari 2021.

Menurut dia, PPKM ampuh meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan (prokes).

Evaluasi PPKM mikro juga menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Nantinya, PPKM mikro diperpanjang pada 23 Februari - 8 Maret 2021 dengan kebijakan pembatasan yang sama.

Perkantoran menerapkan 50% work from home (WFH), untuk instansi pemerintah mengikuti ketentuan SE Menpan RB.

Kemudian, kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan secara daring (online).

Sektor esensial beroperasi 100% dengan protokol kesehatan. Pusat perbelanjaan atau mal beroperasi sampai pukul 21.00 WIB dengan protokol kesehatan.

Untuk restoran, diperbolehkan makan di tempat (dine ini) dengan maksimal 50% kapasitas. Layanan pesan antar tetap diperbolehkan.

Orang nomor dua di Tangsel itu mengatakan, dalam penerapan PPKM, pengerahan Satpol PP dan pelibatan ulama dalam sosialisasi prokes.

"Dalam perpanjangan PPKM selalu kita tekankan gimana di hulunya yakni meningkatkan kesadaran masyarakat. Teman-teman di kecamatan Satpol PP, Dishub melakukan operasi yustisi prokes."

"Kemudian pelibatan tokoh masyarakat dan ulama dalam musrenbang tadi di Kecamatan Pondok Aren saya juga ulangi lagi mengingatkan semua pihak sosialisasi 5M (Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas)," pungkas Benyamin.

Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved