Breaking News:

Sempat Takut, Kepala SMA 5 Tangerang Cerita Pengalaman Disuntik Vaksin: Alhamdulillah Aman

Pada tahap kedua, vaksinasi diberikan kepada para petugas pelayanan publik untuk mencegah coronavirus disease 2019 (Covid-19) itu.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
TribunBanten.com/Tajudin
Sejumlah orang berkumpul di sebuah tenda biru yang terpasang di gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Banten, Rabu (24/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Vaksinasi tahap kedua di Provinsi Banten telah berlangsung pada Rabu (24/2/2021).

Pada tahap kedua, vaksinasi diberikan kepada para petugas pelayanan publik untuk mencegah coronavirus disease 2019 (Covid-19) itu.

Upaya pemberian vaksin itu dilakukan sesuai jadwal tanpa ada hambatan.

Baca juga: Berikut Alur Pemberian Vaksinasi Covid-19 Tahap 2 Untuk Petugas Pelayan Publik di Banten

Baca juga: Pelayan Publik Banten Suntik Vaksin Covid-19, Dua Tenda Besar Didirikan, Vaksinasi hingga Sabtu

Kepala Sekolah SMAN 5 Kota Tangerang Sopiah Herawati (58), menceritakan pengalaman menerima vaksin.

"Dari semalam tuh sudah deg degan, agak sedikit ragu," ujarnya saat ditemui TribunBanten.com, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Banten. Rabu, (24/2/2021).

Akhirnya, dia memberanikan diri untuk divaksin.

"Awalnya saya takut, tetapi ternyata itu paradigma yang salah," ujarnya kepada TribunBanten.com

Dia mengaku proses pemberian vaksin dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ada.

Dia menilai pemberian vaksin itu aman.

"Ini sudah disuntik lengannya. Alhamdulillah aman. Ternyata tidak kenapa-napa dan tidak sakit," ujarnya sambil tersenyum sumringah.

Petugas pelayan publik di wilayah Provinsi Banten menjalani vaksinasi Covid-19, Rabu (24/2/2021)
Petugas pelayan publik di wilayah Provinsi Banten menjalani vaksinasi Covid-19, Rabu (24/2/2021) (TribunBanten.com/Ahmad Tajudin)

Menurut dia, masyarakat harus mempercayai tenaga medis yang memberikan vaksin.

"Mereka kan dokter, jadi kita harus percaya dong sama mereka," ujarnya.

Dia memberikan masukan agar pemberian vaksin dapat dilakukan secara lebih tertib sehingga tidak berdesak-desakan.

"Padahal sudah dikasih kursi, tetapi pada terburu-buru dan saling duluan-duluan," ujarnya.

Dia mengharapkan agar pada saat pasien diminta untuk menunggu di tenda pertama, mereka dipanggil sesuai jam kedatangan peserta.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 1 Curugbitung, Sukarno, meminta kepada semua orang yang akan divaksin untuk lebih rileks dan enjoy.

"Kita enjoy saja, jangan sampai stres," ujarnya.

Dia merasa bersyukur bisa menerima vaksin.

"Mudah-mudahan tidak ada apa-apa. Jadi, gak perlu ragu lagi untuk di vaksin Insya Allah aman," ujarnya.

Baca juga: Pemkot Tangerang Gelar Vaksinasi Tahap 2 pada 25 Februari, 26 Ribu Dosis Vaksin Disiapkan

Baca juga: Siap-siap Suntik Vaksin Covid-19, Apa yang Harus Dipersiapkan Sebelum dan Sesudah Vaksinasi?

Adapun, Kasubag Umum dan Humas BPN Provinsi Banten Mutmainah, mengatakan pemberian vaksin merupakan program dari pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Saya sih bersyukur bisa divaksin. Pemerintah gak mungkin menyakiti rakyat," ujarnya kepada TribunBanten.com

Ini salah satu upaya pemerintah melindungi pegawai pemerintah dari penyebaran Covid-19.

Ia mengharapkan, agar semua masyarakat di Indonesia bisa sehat dan terhindar dari Covid.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved