Breaking News:

Bakal Ada Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana BOS di Pandeglang, Kejari Minta Serahkan Diri

Oleh karenanya, ia meminta kepada orang yang bersangkutan agar dapat menyerahkan diri sebelum nantinya dilakukan penangkapan.

Ist
Ilustrasi korupsi 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Kejaksaan Negeri Pandeglang akan menetapkan tersangka baru yang diduga kuat terlibat korupsi pengadaan buku bersumber dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kabupaten Pandeglang Tahun Anggaran 2018-2019.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Pandeglang, Ario Wicaksono menjelaskan saat ini pihaknya terus mendalami kasus korupsi yang merugikan negara dan diduga melibatkan beberapa orang ini.

Bahkan dalam waktu dekat, pihaknya akan menetapkan satu tersangka lain untuk kasus ini.

"Bisa kami pastikan dalam beberapa waktu ke depan, kita akan tetapkan satu orang tersangka lainnya yang terlibat dalam kasus ini," ujar Ario di kantor Kejari Pandeglang, Rabu (3/3/2021).

Ia pun meyakinkan sudah ada alat bukti untuk menjerat calon tersangkanya yang diduga ikut terlibat korupsi dana BOS ini. 

Oleh karenanya, ia meminta kepada orang yang bersangkutan agar dapat menyerahkan diri sebelum nantinya dilakukan penangkapan.

Baca juga: Kejari Tetapkan Kepala UPT di Pandeglang Jadi Tersangka Korupsi Dana BOS

Baca juga: KPK Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi, Nurdin Abdullah: Demi Allah Saya Tidak Tahu

"Datanya sudah ada dan pengumpulan informasi juga sudah lengkap, jadi tinggal tunggu tanggal mainnya," tegasnya.

Sebelumnya, pihak Kejari Pandeglang telah menetapkan ASW selaku mantan Kepala UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kecamatan Angsana Pandeglang sebagai tersangka korupsi pengadaan buku bersumber dana BOS Kabupaten Pandeglang Tahun Anggaran 2018-2019. 

Baca juga: Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Pandeglang Tahun 2021 Akan Dipotong Untuk Penanganan Covid-19

ASW diduga melakukan korupsi dana pengadaan buku untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) 22 SD di Kecamatan Angsana. ASW pun tercatat masih aktif sebagai ASN di Kabupaten Pandeglang.

Akibat korupsi tersebut, negara dirugikan hingga Rp 280 juta.

ASW dijerat Pasal 2 atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved