Breaking News:

Virus Corona

UPDATE: Varian Baru Corona B117 Lebih Mematikan Ditemukan di Karawang, Dibawa 2 TKI dari Arab Saudi

Varian baru Covid-19 ditemukan pada dua orang TKW asal Karawang, yakni M (41) warga Kecamatan Lemahabang dan A (45) warga Kecamatan Pedes.

Penulis: Abdul Qodir | Editor: Abdul Qodir
Tribunnews.com
Ilustrasi terinfeksi virus corona 

Pemeriksaan sampel tersebut menggunakan metode Whole Genome Sequence (WGS).

"Refleksi itu akan membuat tantangan baru kita, ke depan untuk lebih mengembangkan proses-proses yang berkaitan dengan riset yang semakin cepat, model-model penanganan yang lebih baik studi studi analitik, karena proses mutasi ini sudah ada di sekitar kita," pungkasnya.

Sejumlah ahli melaporkan varian baru ini memiliki kecepatan penularan yang lebih cepat dari jenis aslinya. Virus strain baru ini pertama kali dilaporkan di Inggris pada akhir tahun lalu.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan, strain baru virus corona itu 70 persen lebih menular dibandingkan virus aslinya. Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof dr Zubairi Djoerban mengungkapkan penamaan B117 atau VUI 202012/01 merujuk pada waktu ditemukan virus strain baru ini.

"VUI singkatan dari Variant Under Investigation (VUI) tahun 2020, bulan 12, varian 01," ujar Zubairi. Atas temuan jenis baru virus corona ini membuat kekhawatiran baru di dunia.

Baca juga: WHO Beberkan Tiga Varian Baru Covid-19, Sudah Menyebar dan Sebabkan Gejala Lebih Parah

Sudah lebih dari 19 negara melaporkan kasus virus corona jenis baru ini di negaranya. Mulai dari negara Eropa seperti Belanda, Italia, Jerman, dan Perancis, juga negara-negara di Asia mulai dari Malaysia, Filipina, dan Singapura maupun Afrika Selatan.

Peneliti masih mempelajari lebih lanjut tentang varian ini untuk lebih memahami mengapa mudahnya menulari dan apakah vaksin resmi saat ini akan melindungi orang terhadap varian baru tersebut. Saat ini, tidak ada bukti bahwa varian ini menyebabkan penyakit yang lebih parah atau peningkatan risiko kematian.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat Media Briefing secara daring di Gedung BNPB, Kamis (14/1/2021) yang juga disiarkan Kanal YouTube Sekretariat Presiden. (Tim Komunikasi Komite Penanganan Covid-19)

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, dalam menekan peluang adanya mutasi virus Sars-Cov2 yang masuk, harus dilakukan menekan replikasi atau infeksi virus dengan menghambat laju penularan.

"Caranya dengan ketat menerapkan disiplin protokol kesehatan bagi masyarakat. Sehingga tidak ada ruang bagi virus untuk mereplikasi dirinya," jelas dia.

Wiku mengingatkan masyarakat jangan pernah lengah dalam menerapkan protokol kesehatan, utamanya 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan. "Diharapkan jangan sampai masyarakat menjadi korban terpaparnya kasus Covid-19," ujar Wiku.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih mengatakan, adanya temuan mutasi Sars-Cov2 yang masuk ke Indonesia semakin menguatkan protokol kesehatan 3M makin penting dijalankan.

"Karena dinamikanya luar biasa dan mutasinya di berapa tempat dan yang terbaru dari Inggris ini semakin menguatkan ke kita bahwa langkah 3M itu tidak boleh kendor," ujar Daeng.

Ia mengatakan, meski vaksinasi terus berjalan, pelayanan terhadap yang sakit harus dilakukan. Kemudian strategi testing, tracing, dan treatment juga dilakukan.

"Tapi 3M ini tidak boleh kendor karena untuk mengurangi penapis atau membentengi dari mutasi mutasi yang berubah terus ya apalagi mutasi baru yang kita takutkan dari Inggris ini," ungkapnya.

"Kalau 3M tidak kendor maka saya yakin pasti kita masih bisa menangkal virus corona," sambung Daeng.

(TribunBanten.com/TribunJabar.co.id/Tribunnews.com)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved