Breaking News:

Ada Nasi Soto Seharga Rp 1.000, Pemilik Warung Bagikan Kisahnya: 9 Tahun Belum Naik Harga

Di Karanganyar, Jawa Tengah, ada nasi soto yang dijual hanya Rp 1000. Ini kisah di balik harga yang murah tersebut

Kolase TribunSolo.com/Muhammad Irfan
Soto murah meriah hanya Rp 1000 per porsi di belakang Pabrik Gula Tasikmadu atau tepatnya berada di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Dusun Nglande, Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar. 

Meski harga murah, Dwi tak pernah merasa rugi yang terpenting dirinya bisa membantu warga sekitar dengan memberi lapangan kerja dan jajanan murah.

"Kita nyari berkah," ujarnya.

Soto Murah Serupa

Tak hanya di Karanganyar, di Klaten, Jawa Tengah juga ada soto dengan harga Rp 1000.

Soto yang kelewat murah ini dijual oleh Suhartini (60) alias Mbah Har, di Desa Bentangan, Wonosari, Klaten.

Disampaikan Mbah Har, jika ia memulai peruntungan sejak puluhan tahun lalu.

Usahanya sempat mandek selama beberapa tahun lantaran ketiga anaknya sudah menikah dan berkeluarga.

"Setengah tahun ini baru mulai usaha soto ini lagi," paparnya saat ditemui TribunSolo.com, Rabu (4/10/2020).

Ia sendiri membandrol harga murah lantaran ingin menyesuaikan dengan penghasilan warga sekitar.

Diketahui, warga Bentangan sendiri umumnya berprofesi sebagai pembuat gerabah, dengan harga Rp 1000 ia berharap tak memberatkan kocek sarapan warga setempat.

"Asal usulnya saya ingin jualan yang dapat menjangkau warga sini, saya ingin dengan uang Rp 5000 bisa cukup makan beberapa orang," aku dia.

Harapan Har, sapaan akrabnya, tak meleset, warga kemudian antusias dengan harga yang dipatok.

Dalam sehari, soto racikannya bisa laku 200-300 porsi.

Bahkan sangking larisnya, tak sampai pukul 08.00 WIB soto buatnnya sudah ludes oleh pembeli.

"Saya buka habis subuh, kalau pukul 08.00 WIB sudah habis, nanti tinggal beres beres dan cuci piring," ujarnya.

Selaras dengan harganya yang murah, keuntungan yang diambil Har juga tak banyak.

Satu porsi soto seharga Rp 1000 hanya mengambil untung Rp 500 perak saja.

"Kalau yang kecil untungnya segitu, kalau yang besar Rp 1000 saja," katanya.

Diketahui, selain seharga Rp 1000, ia pun menjual soto ukuran besar dengan Rp 2000.

Tak hanya itu, aneka gorengan dan kerupuk juga dijual murah disini.

"Tempe kerupuk Rp 500 semua, pokoknya saya ingin satu keluarga bisa makan kenyang dengan harga murah," tandasnya.

Suami Hanya Guru Honorer

Puluhan tahun lalu, nasib Suhartini, sang empunya soto murah Rp 1000 di Klaten belum seperti sekarang.

Ia dan ketiga anaknya hidup serba pas pasan, suaminya yang bekerja sebagai guru honorer hanya berpenghasilan Rp 60.000 dalam sebulan.

"Suami saya guru WB (Wiyata Bakti), sebulan Rp 60.000, untuk membiayai 3 orang anak yang masih kecil mepet, apalagi saat itu yang paling mau masuk SMP," aku dia saat ditemui TribunSolo.com, Rabu (4/10/2020).

"Saya bilang ke suami, Pak ini kalau saya tidak kerja sampingan saya nggak bisa ngasih uang saku sedikit sedikit ke anak," imbuhnya.

Keprihatinan itulan yang mendasari, Har sapaaan akrabnya untuk mengubah nasib.

"Suami saya berpesan, boleh kerja asal yang halal," pungkasnya.

Ia lantas belajar meracik soto dengan belajar otodidak saja.

Meski mulai berjualan, rupanya pelanggan Har belum terlalu banyak, saat awal berjualan puluhan tahun lalu pelanggannya hanya sedikit.

Tak ayal, penghasilannya pun belum banyak membantu perekonomian keluarga.

"Jaman dulu anak saya kalau sekola naik angkutan colt ke Delanggu, sampai rumah mengeluh karena sampai sekolah tidak bisa jajan," paparnya.

"Saya kalau teringat ingin menangis," ucapnya sembari mengusap airmata.

Tak patah arang, Har lantas gencar berjualan dari pagi agar lebih banyak menjangkau warga yang hendak sarapan atau pergi ke sawah.

Usahanya itu cukup berhasil, saban pagi soto murah racikan Har ludes.

Belum genap pukul 08.00 WIB, 200-300 porsi terjual laris.

Seiring berjalannya waktu, Har harus mandeg berjualan selama beberapa tahun lantaran mengurus anak anaknya yang sudah berumah tangga.

Setelah cucunya besar besar, ia pun berjualan kembali sekira 6 bulan ini.

Diketahui, selain seharga Rp 1000, ia pun menjual soto ukuran besar dengan Rp 2000.

Tak hanya itu, aneka gorengan dan kerupuk juga dijual murah disini.

"Tempe kerupuk Rp 500 semua, pokoknya saya ingin satu keluarga bisa makan kenyang dengan harga murah," tandasnya.

(Tribunsolo.com/ Muhammad Irfan Al Amin)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Cerita Penjual Soto Rp 1000 di Karanganyar, 9 Tahun Tak Naik Harga, Agar Pelanggan Bisa Jajan Murah

Editor: Renald
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved