Breaking News:

'Main' Faktur Pajak Fiktif hingga Raup Untung Rp16,9 Miliar, Pensiunan PNS Ditahan 

Dari aksi penerbitan faktur pajak fiktif tersebut, SGT yang juga pensiunan PNS tersebut meraup untung Rp16,9 miliar.

Kanwil DJP Banten
Tersangka pidana pajak SGT (64) menandatangani berkas di hadapan dua penyidik Kanwil DJP Banten saat hendak diserahkan ke Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan, Jumat (5/3/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Tim penyidik Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Banten menyerahkan tersangka pidana pajak senilai Rp16,9 miliar, SGT (64), ke Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan, Jumat (5/3/2021).

  

SGT diduga turut menerbitkan faktur pajak fiktif alias bodong melalui sejumlah perusahaan yakni PT MPS, PT TCS, PT YGS, PT CIP, PT KSA, dan PT DGM.

Dari aksi penerbitan faktur pajak fiktif tersebut, SGT yang juga pensiunan PNS tersebut meraup untung Rp16,9 miliar.

"Modus yang dilakukan oleh tersangka adalah melakukan tindak pidana di bidang perpajakan (dengan menjadi perantara ke pengguna faktur) yaitu turut serta melakukan dan/atau yang membantu melakukan penerbitkan faktur pajak yang tidak berdasarkan transaksi yang sebenarnya (TBTS) yang dilakukan oleh SPM dan LMH dengan cara mendirikan, membeli atau menggunakan perusahaan penerbit Faktur Pajak TBTS perusahaan-perusahaan antara lain PT MPS, PT TCS, PT YGS, PT CIP, PT KSA, PT DGM untuk dijual kepada perusahaan pengguna faktur pajak TBTS," ujar Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Banten, Sahat Dame Situmorang dalam keterangan tertulis yang diterima TribunBanten.com, Jumat (5/3/2021).

SGT dijerat Pasal 39A huruf a Juncto Pasal 43 ayat (1) UU Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah dalam UU Nomor 16 Tahun 2009 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

  

Baca juga: KPK Cekal Pegawai DJP yang Diduga Terima Suap, Berapa Gaji dan Tunjangan PNS Pajak?

Baca juga: Cara Lapor SPT Pajak Tahunan, Bisa Dilakukan Secara Online di Rumah, Batas Akhir 31 Maret 2021

  

Akibat perbuatannya, SGT terancam hukum pidana penjara paling singkat dua tahun dan paling lama enam tahun penjara.

  

Halaman
12
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved