5 Tips Budidaya Jamur Tiram, Mudah Dipraktikkan untuk Raih Untung Besar

Bagi anda yang ingin mencoba budidaya jamur tiram, perhatikan tips berikut ini. Jamur tiram merupakan jamur yang tumbuh liar.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/DESIPURNAMA
Budidaya Jamur Tiram 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Bagi anda yang ingin mencoba budidaya jamur tiram, perhatikan tips berikut ini.

Jamur tiram merupakan jamur yang tumbuh liar.

Jamur tiram aman untuk dikonsumsi.

Hal ini karena jamur tiram memiliki rasa lembut dan dapat diolah menjadi beragam jenis makanan.

"Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Mulai dengan keyakinan dan jangan takut gagal,"ujar Andri, pembudidaya jamur tiram asal Kabupaten Serang saat ditemui, TribunBanten.com, Sabtu (6/3/2021).

Baca juga: Cara Budidaya Jamur Tiram, Raih Keuntungan Maksimal dengan Modal Kecil

Tahapan yang harus dipersiapkan untuk membudidaya jamur tiram adalah:

1. Menyiapkan kumbung.

Kumbung atau rumah jamur merupakan tempat untuk merawat baglog dan menumbuhkan jamur.

Kumbung dapat berupa sebuah bangunan atau ruangan yang diisi dengan rak-rak untuk meletakkan baglog.

Menurut Andri ruangan ini harus memiliki kemampuan untuk menjaga suhu dan kelembaban.

Kumbung terbuat dari bambu atau kayu, dinding kumbung bisa dibuat dari papan atapnya dapat menggunakan genteng.

Sedangkan pada bagian lantainya tetap menggunakan tanah, agar air yang digunakan untuk menyiram jamur bisa meresap.

Di dalam kumbung dilengkapi dengan rak terbuat dari bambu atau papan yang dibuat bertingkat.

Rak ini berfungsi untuk menyusun baglog.

Posisi rak diletakkan berjajar dan antara rak satu dengan yang lain dipisahkan oleh lorong untuk perawatan.

Ukuran kumbung sebaiknya tidak kurang dari 40 cm. Lebar rak 40 cm dan panjang setiap ruas rak 1 meter.

Setiap ruas rak sebesar ini mampu menyimpan 70 – 80 baglog. Banyaknya rak sendiri disesuaikan dengan jumlah baglog yang akan dibudidayakan.

2. Pilihlah bibit yang baik dan bagus.

Memilih bibit jamur yang bagus, Pemilihan bibit jamur sangat penting dalam memulai karena itu juga akan menentukan kemudahan jamur tiram tumbuh.

3. Persiapan Baglong.

Baglog ini media tanam untuk meletakkan bibit jamur tiram. Karena jamur tiram merupakan jamur kayu, sehingga bahan utama dari baglog adalah bekatul, serbuk gergaji dan kapur.

Semua bahan ini harus diaduk rata dan ditambahkan air sekitar 60 persen dari berat media tersebut.

Baglog dibungkus plastik berbentuk silender, yang dimana salah satu ujungnya diberi lubang.

Di lubang inilah jamur tiram akan tumbuh menyembul keluar.

4. Lakukan perawatan pada baglong.

Menurutnya terdapat dua cara menyusun baglog dalam rak, yaitu dengan diletakkan secara vertikal dan horizontal.

Secara vertikal dimana lubang baglog menghadap ke atas sedangkan cara horizontal lubang baglog menghadap ke samping.

Sebelum menyusun baglog, buka terlebih dahulu cincin dan kertas penutup baglog. Kemudian diamkan kurang lebih 5 hari.

Bila lantai terbuat dari tanah, lakukan penyiraman untuk menambah kelembaban.

Setelah itu, potong ujung baglog untuk memberikan ruang tumbuh lebih lebar. Biarkan selama 3 hari, dan cukup siram pada bagian lantai saja.

Lakukan penyiraman dengan semprotan seperti sprayer. Penyiraman sebaiknya membentuk kabut, bukan tetesan-tetesan air.

Semakin sempurna pengabutan, maka akan semakin baik lakukan menyiramnya 2 sampai 3 kali sehari, tergantung suhu dan kelembaban kumbung.

5. Saat memanen jamur tiram

Kalau baglog yang digunakan permukaannya telah tertutup sempurna dengan miselium, biasanya dalam waktu satu sampai dua minggu sejak pembukaan tutup baglog, jamur akan tumbuh dan sudah bisa dipanen.

Baglog jamur bisa dipanen empat sampai lima kali, bila perawatannya baik.

Setelah selesai memanen itu baglog dibuang atau bisa dijadikan bahan kompos. Panen ini dilakukan pada jamur yang telah mekar dan membesar.

Tepatnya bila ujung-ujungnya telah terlihat meruncing. Namun tudungnya belum pecah, warnanya masih putih bersih.

Menurutnya jika masa panen lewat setengah hari saja, maka warna bisa menjadi agak kuning kecoklatan dan tudungnya akan pecah.

Kalau sudah seperti ini, jamur akan cepat layu dan tidak tahan lama. Jarak panen pertama ke panen berikutnya berkisar dua sampai tiga minggu lagi.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved