Breaking News:

Dampak Pandemi Covid-19 dan Relaksasi PPnBM 0%, Diler di Kota Serang ini Hanya Jual 2 Mobil Bekas

Arya menduga calon pembeli lebih memilih mobil baru dibandingkan mobil bekas karena harganya terpaut tipis.

Editor: Agung Yulianto Wibowo
Dokumentasi Tribun Jateng
Konsumen hendak mencoba mobil bekas 

Laporan Reporter TribunBanten.com, Amanda Putri Kirana

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pandemi Covid-19 berdampak pada penjualan mobil bekas yang dijual Agung Arya Pranata.

Pemilik showroom PT Agung Mobilindo di Jalan Kangungan Lontar Baru, Kota Serang, ini mengaku hanya bisa menjual dua unit pada awal tahun ini, yaitu Toyota Harrier dan satu BMW.

Pada 2020, diler mobil bekas itu mencatat penjualan sebanyak 15 unit dengan angka terbanyak pada Desember.

Baca juga: Berikut Daftar Harga Mobil Bekas di Sejumlah Showroom Kota Serang, Rata-rata Pembeli Bayar Tunai

Baca juga: Bursa Mobil Bekas di Serang Banten, Pembeli Minati Harga di Bawah Rp 100 Juta

Baca juga: Berburu Mobil Bekas, ini Tip Memilih yang Berkualitas dari Sejumlah Pemilik Showroom di Kota Serang

Tahun sebelumnya atau 2019, penjualan mobil bekas di PT Agung Mobilindo berada di angka 30 unit.

"Penurunannya lumayan jauh," katanya kepada TribunBanten.com di PT Agung Mobilindo, Senin (8/3/2021).

Bahkan, pada tiga bulan pertama pandemi Covid-19, tidak tercatat penjualan di showroom mobil bekas milik Arya.

Tidak hanya pandemi Covid-19, kebijakan relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) 0 persen juga bisa berdampak pada penjualan.

Arya menduga calon pembeli lebih memilih mobil baru dibandingkan mobil bekas karena harganya terpaut tipis.

Penjualan mobil bekas di PT Agung Mobilindo turun drastis pada masa pandemi Covid-19.
Penjualan mobil bekas di PT Agung Mobilindo turun drastis pada masa pandemi Covid-19. (TribunBanten.com/Amanda Putri Kirana)

Turunnya penjualan juga dirasakan Teguh Wahyu Suhbi, tenaga penjual showroom mobil bekas Mande Muda Motor.

Sebelum pandemi Covid-19, Teguh mengaku bisa menjual minimal 30 unit mobil bekas per bulan.

“Sekarang hanya sekitar 5 persen, menjadi 1-2 mobil per bulan,” ujar Teguh.

Menurut dia, penurunan penjualan tidak lepas dari melemahnya daya beli masyarakat dan lebih memprioritaskan kebutuhan utama.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved