Breaking News:

Kisah Pilu Nenek Penjual Pisang, Gendong Bakul Seberat 12 Kg dan Hidup Sebatang Kara di Gubuk

Di umurnya yang telah menginjak 74 tahun, ia harus bekerja keras membanting tulang seorang diri untuk bertahan hidup.

TribunBanten.com/Amanda Putri Kirana
Nenek Saleha, penjual pisang kepok asal Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Amanda Putri Kirana

TRIBUNBANTEN.COM - Nenek Soleha terlihat lelah. 

Tubuhnya yang ringkih dan gemataran menggendong bakul dengan bantuan kain batik yang dililit ke badannya. 

Bulir-bulir keringat dan air mata membasahi wajah sang nenek yang sudah keriput.

Hampir setengah hari sudah ia habiskan untuk berjalan kaki di sepanjang kawasan Dalung, Kota Serang, Banten. 

Nampak bakul masih terisi penuh sisiran pisang kepok, menandakan belum ada satu pun jualannya yang laku.

Sesekali ia beristirahat di trotoar maupun di halaman pertokoan yang tutup, saat kakinya dirasa sudah tidak mampu untuk melanjutkan perjalanan.

Saat itu, ia mengenakan baju gamis panjang ungu, dipadu dengan kerudung bewarna sama. 

Kakinya hanya beralaskan sandal jepit hitam yang lusuh.

Baca juga: Kisah Perantau Bone di Karangantu Serang, Berjualan Ikan Asin untuk Sambung Hidup

Baca juga: Kisah Kakek Edi Rosadi, Tak Gentar Atur Lalu Lintas di Keramaian Kota Meski Tertabrak Berkali-kali

Jangankan berteriak menjajakan pisang, untuk bicara saja sudah sulit ia lakukan.

Halaman
1234
Penulis: Amanda Putri Kirana
Editor: Yudhi Maulana A
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved