Mengenal Sanggar Badak, Wadah Seniman asal Banten Berkreasi

Bagi seniman atau penggiat seni di Kota Serang, Banten, anda pasti kenal dengan Sanggar Badak.

Tayang:
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/AHMADTAJUDIN
Adam (48), anak dari Edi Jubaedi, pendiri Sanggar Badak 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Bagi seniman atau penggiat seni di Kota Serang, Banten, anda pasti kenal dengan Sanggar Badak.

Sanggar Badak beralamat di Jalan Veteran Nomor 26, Cipare, Serang, Banten.

Sanggar yang sudah berdiri sejak tahun 1970-an itu merupakan tempat berkumpulnya para seniman-seniman asal Banten.

"Sanggar Badak ini, sebelumnya merupakan sebuah wadah komunitas para seniman-seniman di Banten," kata Adam (48), ditemui di Jalan Veteran, Kecamatan Serang, Kota Serang Banten. Selasa, (16/3/2021).

Baca juga: Benyamin Sueb Dipasang di Google Noodle, Seniman Betawi Legendaris Seribu Karya, Sederet Buktinya

Baca juga: Warga dan Seniman Berdatangan ke Halaman Kantor Wali Kota Tangerang, Ada Apa?

Adam merupakan anak dari Edi Jubaedi, pendiri Sanggar Badak.

Edi Jubaedi merupakan seniman Banten dan juga guru seni rupa.

"Bapak saya pencetus, sekaligus pemilik sanggar ini. Kawan-kawannya yang memiliki keahlian di bidang kesenian, serta memiliki hobi yang sama. Ia ajak berkumpul di sanggar ini," ujarnya.

Dia menjelaskan, Sanggar Badak merupakan singkatan dari 'Banten Artis Dengan Aneka Kreasi'

Awalnya Edi dan kawan-kawan hanya membuat sebuah lukisan dan patung.

Agar bisa memenuhi kebutuhan hidup, kemudian ia mencoba mencari sebuah ide sebagai peluang untuk mendapatkan pemasukan.

"Akhirnya ia mencoba hal baru, dengan membuat pelakat, cendramata dan lain sebagainya," ujarnya.

Edi Jubaedi, mengumpulkan hasil dari karya teman-temannya.

Kemudian ia memasarkannya di acara-acara event dan pameran karya seni.

Pada era 1990-an, Edi Jubaedi diangkat menjadi Ketua Dewan Kesenian Banten.

Kemudian diminta oleh pemerintah, untuk membuat sebuah kesenian dengan mengangkat icon Banten.

"Membuat golok, menara masjid agung, badak, dan kesenian-kesenian lainnya yang termasuk kedalam icon Banten," ujarnya.

Karya miliki Edi Jubaedi, selalu di pesan instansi pemerintah.

"Untuk kegiatan kunjungan kerja, menyambut tamu dari luar daerah, acara seminar dan kegiatan pemerintahan lainnya," tuturnya.

Baca juga: Kreatif, Warga Tangsel Ubah Sampah Jadi Karya Seni, Berikut Sederet Karyanya

Ia mengaku bahwa Edi Jubaedi, terkenal di beberapa daerah.

Bahkan hasil karyanya di jual hingga ke luar negeri.

"Dia ikut memamerkan karyanya di acara LSI (Liga Seni Rupa Indonesia) Thailand, Jepang, Malaysia, dan lain-lain," tambahnya.

Edi Jubaedi meninggal dunia pada tahun 1998. Sepeninggal Edi, Sanggar Badak dilanjutkan sebagai usaha pribadi oleh Adam.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved