Breaking News:

Sindikat Pembuat Meterai Palsu Rp 6.000 dan Rp 10.000 Dibongkar, Ini Cara Bedakan dengan yang Asli

dari pengungkapan ini pihaknya menangkap enam orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Tangkapan layar/TribunBanten.com/Amanda Putri Kirana
Polda Metro Jaya mengungkap sindikat kelompok yang memproduksi dan menyebarkan meterai palsu Rp 6.000 dan Rp 10.000. Pengungkapan itu hasil kerja sama dengan Ditjen Pajak dan Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri). 

Laporan Reporter TribunBanten.com, Amanda Putri Kirana

TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG - Sindikat pembuat dan menyebarkan meterai palsu Rp 6.000 dan Rp 10.000 dibongkar.

Pengungkapan kasus itu hasil kerja sama antara Polda Metro Jaya dengan Ditjen Pajak dan Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri).

Pemalsuan itu mengakibatkan kerugian negara totalnya mencapai Rp 37 miliar.

Lalu, bagaimana membedakan meterai yang asli dengan yang palsu?

Direktur Operasional Peruri Saiful Bahri menjelaskan cara untuk membedakan meterai palsu dan asli.

Menurut Saiful, untuk membedakannya adalah dengan cara dilihat, diraba, dan digoyang.

Ketika meterai asli digoyang, akan terlihat ada beberapa ornamen di dalamnya yang akan berubah warna.

Saat diraba, pada bagian atas meterai asli akan terasa kasar karena dicetak dengan mesin khusus yang hanya boleh dimiliki pemerintah.

Dari segi hologram, meterai asli yang dicetak dengan mesin milik pemerintah akan terlihat fitur-fitur sekuritinya.

Halaman
123
Penulis: Amanda Putri Kirana
Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved