Breaking News:

Terungkap Sindikat Pembuat Meterai Rp 6.000 dan Rp 10.000 Palsu, Rugikan Negara hingga Rp 37 Miliar

Polda Metro Jaya mengungkap sindikat kelompok yang memproduksi dan menyebarkan meterai palsu Rp 6.000 dan Rp 10.000.

Tangkapan layar/TribunBanten.com/Amanda Putri Kirana
Polda Metro Jaya mengungkap sindikat kelompok yang memproduksi dan menyebarkan meterai palsu Rp 6.000 dan Rp 10.000. Pengungkapan itu hasil kerja sama dengan Ditjen Pajak dan Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri). 

Laporan Reporter TribunBanten.com, Amanda Putri Kirana

TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG - Polda Metro Jaya mengungkap sindikat kelompok yang memproduksi dan menyebarkan meterai palsu Rp 6.000 dan Rp 10.000.

Pengungkapan itu hasil kerja sama dengan Ditjen Pajak dan Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, mengatakan dari pengungkapan ini pihaknya menangkap enam orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca juga: Fakta Meterai Rp 10.000, Bentuk Tampilan Hingga 8 Dokumen yang Dikenai Bea Meterai

Adapun satu orang masuk daftar pencarian orang (DPO).

“Tersangka memiliki perannya masing-masing,” kata Yusri dalam konferensi pers secara virtual di Taman Integritas Mako Polresta Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (17/3/2021).

S sebagai otak dari pemalsuan materai berperan penting karena memiliki seluruh mesin pemalsuan.

Ia masuk DPO selama 1,5 tahun lalu dalam kasus yang sama.

Baca juga: Waspada! Ini 5 Situs Kartu Prakerja Gelombang 13 Palsu, Akses yang Asli Hanya di prakerja.go.id

Menurut Yusri, pencetakan meliputi beberapa tahap, pertama didesain khusus oleh tersangka berinisial SMK dan setelah itu meterai dicetak.

"Tersangka berinisial HND berperan membuat hologram. Ada juga tersangka khusus yang melubangi meterai-meterai tersebut, yaitu MSR, saat ini posisinya adalah DPO,” ucap Yusri.

Halaman
123
Penulis: Amanda Putri Kirana
Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved