Breaking News:

239 Kasus Kekerasaan Terhadap Perempuan dan Anak Terjadi di Banten Selama Satu Tahun Terakhir

Tercatat selama 2020 hingga 2021 terdapat 239 kasus, yang mana di dominasi kekerasan seksual sebanyak 184 kasus dan kekerasan fisik sebanyak 55 kasus

Ilustrasi via Sripoku
Ilustrasi penganiayaan, KDRT, kekerasan terhadap perempuan 

TRIBUNBANTEN.COM, BANTEN - Jajaran Polda Banten mencatat kasus tindak pidana kekerasan terhadap perempuan dan anak masih tinggi.

Tercatat selama 2020 hingga 2021 terdapat 239 kasus, yang mana di dominasi kekerasan seksual sebanyak 184 kasus dan kekerasan fisik sebanyak 55 kasus.

Untuk mengantisipasi hal itu, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Banten menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema gerak bersama lindungi perempuan dan anak dari tindak pidana kekerasan.

Baca juga: Dinas P3AP2 dan KB Kota Serang: 45 Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Selama Pandemi Covid

Baca juga: Selama Pandemi Covid-19, Kasus KDRT dan Kekerasan Berbasis Gender Meningkat

Wakapolda Banten Brigjen Pol Ery Nursatari membuka FGD itu di Rupatama Polda Banten, pada Rabu (17/03/2021).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten, Martri Sonny mengatakan saat ini kasus tindak pidana terhadap perempuan dan anak sangat tinggi.

"Melalui kegiatan FGD ini, kita Polda Banten bersama elemen masyarakat bisa berdiskusi untuk menemukan solusi bersama dalam hal penanganan tindak pidana kekerasan terhadap perempuan dan anak yang saat ini angka kejadiannya kian meningkat," kata Martri Sonny, dalam keterangannya, Rabu (17/3/2021).

Sementara itu, Wakapolda Banten Brigjen Pol Drs Ery Nursatari, mengatakan FGD merupakan forum yang sangat strategis dalam menganalisa dan mengevaluasi.

"Kegiatan FGD ini merupakan kegiatan yang sangat strategis, diharapkan melalui kegiatan ini dapat meningkatkan sinergitas dan soliditas, menyamakan persepsi, menguatkan komitmen serta merumuskan solusi dalam menghadapi berbagai dinamika tugas dalam melindungi perempuan dan anak," ujarnya.

Dia menjelaskan kekerasan fisik dan seksual terhadap perempuan dan anak akan membawa traumatik berkepanjangan bagi para korban.

Karena kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak hanya menimbulkan dampak fisik melainkan dampak psikologis.

Baca juga: Diduga Hasut Orang Lakukan Tindak Kekerasan, Eks Presiden Amerika Serikat Dilarang Punya Twitter

Baca juga: LPA Banten Sebut Korban Kekerasan Seksual di Bawah Umur Dilakukan Secara Bergerombol

"Untuk itu mari kita jadikan Focus Group Discussion ini sebagai momentum untuk memperkuat sinergi yang dilandasi dengan komitmen dan integritas yang tinggi guna merumuskan solusi yang tepat dan menyusun cara bertindak yang cepat, dalam mencegah terjadinya tindak pidana kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polda Banten," tutup Ery Nursatari.

Turut hadir dalam Focus Group Discussion tersebut ialah Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Banten, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana Provinsi Banten, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Provinsi Banten, Ketua Rumah Perempuan dan Anak Provinsi Banten, Para Pejabat Utama Polda Banten, Para Kanit PPA Polres/Ya Jajaran dan Para Perwakilan Organisasi Masyarakat.

Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved