Breaking News:

Mahasiswa IAIN Bone Meninggal Dunia Usai Diksar Mapala, 16 Panitia Ditetapkan Tersangka

Sebanyak 16 orang ditetapkan sebagai tersangka terkait meninggalnya mahasiswa pecinta alam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Watampone.

TRIBUN-TIMUR.COM/KASWADI ANWAR
Suasana saat jenazah Irsan akan dikebumikan, Senin (1532021). Irsan, mahasiswa yang meninggal Usai Ikuti Diksar Mapala IAIN Watampone 

TRIBUNBANTEN.COM, BONE - Sebanyak 16 orang ditetapkan sebagai tersangka terkait meninggalnya mahasiswa pecinta alam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Watampone.

Tersangka berinsial SR, FT, MS, TF, AR, SL, AS, AZ, MF, SD, RM, KM,SL, NS, HM dan MY. Mereka merupakan panitia pelaksana Diksar. Termasuk, Ketua Panitia dan Ketua Mapala. Para tersangka berstatus mahasiswa aktif.

"Awalnya ada 5 ditetapkan tersangka. Dari pemeriksaan dan pengembangan bertambah 11 tersangka. Jadi total 16 tersangka," kata Kasat Reskrim Polres Bone AKP Ardy Yusuf saat ditemui Kamis (18/3/2021).

Baca juga: Abrip Asep Dinyatakan Meninggal Saat Tsunami Aceh Kini jadi ODGJ, Ini Firasat Ibunda Selama 17 Tahun

Baca juga: Viral Kisah Polisi Abrip Asep, Dinyatakan Meninggal Saat Tsunami Aceh, Kini Ditemukan Hidup di RSJ

Baca juga: Santunan untuk Korban Meninggal Akibat Covid-19 Dihentikan, Mensos Risma : Uangnya Habis

Diksar yang berlangsung selama delapan hari diduga terdapat unsur kekerasan. Seorang peserta Diksar bernama Irsan Amir (19) meninggal dunia usai mengikuti Diksar tersebut. Di tubuh korban ditemukan luka lebam, memar dan bengkak.

Ardy menuturkan, dari hasil pemeriksaan penyidik diperoleh kekerasan fisik kepada tujuh peserta Diksar.

Setiap menuju camp selanjutnya, para peserta harus guling jungkir balik dan merayap. Jika peserta tidak bisa, terjadi unsur kekerasan berupa pemukulan menggunakan tangan dan kayu. Ada pula ditendang. Rata-rata di bagian punggung serta wajah.

Bahkan, setiap pagi sebelum berangkat ke camp selanjutnya, peserta dihantam di bagian perut.

"Ditemukan kekerasan fisik berdasarkan alat bukti surat visum. Lalu keterangan saksi korban dan para tersangka. Ada ditunjuk oleh peserta yang menjadi korban, tersangka saling menunjuk dan mengakui," terangnya.

Perwira berpangkat tiga balok ini menyatakan, para tersangka dikenakan Pasal 170 Ayat 1 dan 2 ke-1 huruf e juncto Pasal 64 KUH Pidana.

"Tersangka terbukti melakukan tindak kekerasan terhadap orang. Ancaman hukuman lima tahun penjara," tegasnya.

Halaman
123
Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved