Breaking News:

Miliki Lautan Luas, Mengapa Indonesia Masih Impor Garam? Ini Alasannya

Pemerintah memutuskan mengimpor garam. Keputusan mengimpor garam itu diputuskan di rapat Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Editor: Glery Lazuardi
Kompas.com
Garam Laut 

TRIBUNBANTEN.COM, JAKARTA - Pemerintah memutuskan mengimpor garam.

Keputusan mengimpor garam itu diputuskan di rapat Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Kebijakan pemerintah itu menimbulkan kontroversi di masyarakat.

Hal ini melihat luas perairan laut Indonesia mencapai 5 koma 8 juta kilometer persegi atau 71 persen dari keseluruhan wilayah, Indonesia semestinya dapat melakukan swasembada garam.

Kebutuhan industri makanan dan minuman nasional mencapai 747.000 ton garam pada tahun 2021.

Baca juga: Hati-hati Beredar Vaksin Covid-19 Palsu, Garam Disuntik ke Jarum Suntik

Baca juga: Garam Laut Bisa Digunakan Sebagai Pupuk Tanaman, Hasilnya Bikin Lebih Subur, Berikut Ini Caranya

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman, mengatakan industri berbahan baku garam terus meningkat setiap tahunnya.

Peningkatan kebutuhan garam tersebut pun dipenuhi dari pasokan garam impor.

Alasannya karena jumlah garam industri lokal belum dapat mencukupi permintaan garam industri nasional saat ini.

"Industri makanan dan minuman sendiri tumbuh 1,8 persen pada tahun 2020, belum industri yang lain," kata dia, Kamis (18/3/2021).

Adhi menjelaskan garam yang dipakai oleh industri menyaratkan kualitas tertentu.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved