Breaking News:

Yayasan Anak Disabilitas Jadi Klaster Covid di Tangsel, 7 Penyandang dan 22 Pengasuh Terpapar Corona

Telah terjadi klaster penyebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19) di yayasan rehabilitasi anak disabilitas terlantar Sayap Ibu, Bintaro, Tangsel

TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Suasana malam hari zona 2 Rumah Lawan Covid-19 Tangsel, Serpong, Rabu (3/3/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG SELATAN - Telah terjadi klaster penyebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19) di yayasan rehabilitasi anak disabilitas terlantar Sayap Ibu, Bintaro, Tangerang Selatan, Banten.

Sebanyak tujuh anak terpapar Covid-19. Selain mereka, 22 pengasuh di yayasan tersebut juga ikut terinfeksi.

Lima anak disabilitas dan 22 pengasuh tersebut dikarantina di Rumah Lawan Covid-19 (RLC) Tangsel.

"Ada 27 pasien dari satu yayasan yang mengelola anak-anak disabilitas. Dari 27 pasien itu lima pasien anak disabilitas, 22 karyawan yayasan tersebut," ujar Koordinator RLC, Suhara Manullang, di lokasi, Rabu (17/3/2021).

Baca juga: Update Covid-19: Kasus Positif Corona Meningkat di Tangerang Selatan, Bertambah 272 RT Zona Kuning

Baca juga: Enam Pelaku Pembakaran Posko Ormas Ditangkap, Berasal dari Kelompok di Luar Tangerang Selatan

Sedangkan, dua anak lainnya harus mendapat penanganan medis intensif di RSUP Fatmawati karena terserang demam berdarah dengue (DBD).

Pihak kedokteran RSU Tangsel telah memeriksa dua anak disabilitas itu yang bersuhu tinggi.

"Karena menurut kami di tim medis itu mengarah ke demam berdarah," ujar Suhara.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, lima anak disabilitas Sayap Ibu bersama pengasuhnya datang menggunakan mini bus.

Mereka langsung diarahkan ke zona 2 RLC yang bangunannya berupa tenda berkonsep glamour camping (glamping).

Dua anak yang menggunakan kursi roda terlihat dibantu pengasuhnya dan suster dari RLC untuk turun dari mobil.

Tujuh anak disabilitas dan 22 pengasuh dari Sayap Ibu itu ditempatkan di klaster Ketapang.

Suhara menjelaskan, pihak RLC bekerja sama dengan pengasuh Yayasan Sayap Ibu untuk mengawasi kelima anak disabilitas yang terpapar Covid-19.

Secara prosedur, mereka akan menjalani karantina selama 14 hari.

"Jadi kita sepakati dari 22 karyawan yayasan yang di rawat di RLC ini yang merawat secara intens mengawasi yang lima anak disabilitas ini. Kami sifatnya memfasilitasi dan men-support segala kebutuhan penanganan mereka," pungkas Suhara.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul 7 Anak Disabilitas Yayasan Sayap Ibu Terpapar Covid-19, 5 Karantina di RLC, 2 Dirawat Karena DBD

Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved