Breaking News:

Indonesia Surplus Beras 12 Juta Ton, Pemerintah Harus Buat Terobosan Ekspor Bukan Impor

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memastikan beras dalam negeri mengalami surplus besar di masa puncak panen raya 2021.

Editor: Yudhi Maulana A
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso didampingi Kepala Bulog Divre Jawa Barat Benhur Ngkaimi meninjau stok beras di Gudang Bulog Gedebage, Jalan Gedebage Selatan, Kota Bandung, Selasa (3/3/2020). Kunjungan kerja tersebut untuk memastikan ketersediaan beras menjelang Ramadan dan Idulfitri 2020 aman. 

Gejolak harga

Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDIP Sudin menyatakan menolak keras wacana impor beras karena wacana impor ini sudah membuat kegaduhan bagi para petani.

"Ini nggak main-main, dampaknya sangat besar sekali. Begitu ada informasi akan impor beras terjadi gejolak harga di tingkat petani," kata Sudin.

Jika benar produksi beras dalam negeri meningkat dan surplus, semestinya Kementerian Pertanian mencari terobosan agar surplus beras dapat diekspor.

"Langkah ini bisa menyanggah rencana impor karena alasan ketersedian dalam negeri tidak mencukupi," katanya.

Dia mengatakan, ada empat atase pertanian Indonesia di luar negeri yakni di Roma, Brusel, Tokyo, dan Washington DC. Pihaknya meminta mereka bekerja aktif untuk memecahkan masalah rencana impor beras.

"Jangan hanya duduk manis dan malah memfasilitasi impor produk ke negara kita. Jadi Pak Menteri saran saya kalau punya atase tidak punya fungsi suruh pulang saja karena biayanya cukup besar sekali. Saya lihat tidak ada gerakan apapun," tandas Sudin.

(Tribunnews/Reynas Abdila/tis)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Indonesia Surplus Beras 12 Juta Ton, DPR Minta Cari Terobosan Ekspor Bukan Impor

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved