Breaking News:

Asap Hitam Pekat Membumbung Tinggi di Desa Terate Kabupaten Serang, Diduga dari PLTU Jawa 7 Banten

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 7 di Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten mengeluarkan asap tebal berwarna hitam

Istimewa
Ilustrasi PLTU 

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 7 di Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten diduga mengeluarkan asap tebal berwarna hitam, pada Sabtu (20/3/2021).

Video PLTU Jawa 7 mengeluarkan asap tebal itu menyebar luas di media sosial.

Baca juga: Mobil Terbakar di Tol Jakarta-Merak, Asap Hitam Mengepul Tinggi

Baca juga: Gunung Anak Krakatau Keluarkan Asap Putih Setebal 50 Meter, Wisatawan Dilarang Mendekat

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terpantau ketinggian asap hitam pekat setinggi cerobong PLTU yang berwarna merah putih.

Asap itu kemudian menyebar ke sekitar wilayah PLTU Jawa 7 yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 5 Oktober 2017.

Kepulan asap hitam pekat terjadi karena ada gangguan sehingga Unit 2 berhenti beroperasi.

Sementara itu, pihak Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa VII memberikan keterangan soal informasi adanya asap hitam pekat di lokasi pabrik, pada Sabtu (20/3/2021).

PLTU Jawa VII dikelola anak perusahaan PT PLN (Persero) yaitu PT Indonesia Power

"Dipastikan keadaan aman dan beroperasi seperti biasa," kata Corporate Secretary Indonesia Power, Igan Subawa Putra, kepada TribunBanten.com saat dihubungin, Minggu (21/3/2021).

Menurut dia, sejumlah media lokal dan nasional telah membuat kekeliruan dalam penyampaian informasi.

"Informasi dan berita yang beredar dan sempat dimuat pada portal berita online pada 20 maret 2021, kami menyatakan bahwa informasi tersebut keliru," tambahnya.

Pihaknya sudah berkomunikasi dengan beberapa media yang sudah memberitakan kebakaran tersebut untuk merevisinya.

"Pihak kami telah berkomunikasi dan memberikan konfirmasi kepada pihak media online agar berita dikoreksi atau diperbaiki sebagaimana mestinya dan sesuai dengan kejadian yang sebenarnya," tambahnya.

Penulis: Khairul Ma'arif
Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved