Breaking News:

Gaduh Impor Beras: Budi Waseso Sebut 2 Nama Menteri hingga Susi Pudjiastuti Gelorakan Penolakan

Rencana Kementerian Perdagangan untuk mengimpor beras menimbulkan kegaduhan di ruang publik.

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso didampingi Kepala Bulog Divre Jawa Barat Benhur Ngkaimi meninjau stok beras di Gudang Bulog Gedebage, Jalan Gedebage Selatan, Kota Bandung, Selasa (3/3/2020). Kunjungan kerja tersebut untuk memastikan ketersediaan beras menjelang Ramadan dan Idulfitri 2020 aman. 

TRIBUNBANTEN.COM - Rencana Kementerian Perdagangan untuk mengimpor beras menimbulkan kegaduhan di ruang publik.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan rencana impor beras adalah langkah memastikan ketersediaan di gudang Bulog.

Saat ini, stok beras di gudang Bulog sudah berada di bawah level 500 ribu ton dari yang seharusnya 1 sampai 1,5 juta ton.

"Impor beras ini sudah menjadi pakem selama bertahun-tahun.

Kita tidak pernah bilang bahwa kita ini lebih atau kurang.

Kita bilang bahwa Bulog mesti mempunyai iron stock 1,5 juta ton.

Itu adalah common knowledge yang sudah kita punya," urai Mendag saat konferensi pers virtual, Jumat (19/3/2021).

Baca juga: Indonesia Surplus Beras 12 Juta Ton, Pemerintah Harus Buat Terobosan Ekspor Bukan Impor

Baca juga: BPS: Produksi Beras di Provinsi Banten Alami Kenaikan 937,81 Ribu Ton di Masa Pandemi 2020

Kementerian Perdagangan menjalankan tugasnya untuk menghitung berapa ketersediaan beras.

Sementara Bulog mengadakan pengadaan baik dari lokal maupun internasional.

Mendag memahami pertanyaan publik mengapa di musim panen raya perlu impor beras.

Halaman
1234
Editor: Glery Lazuardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved